Langsung ke konten utama

The SECRET

Beberapa waktu lalu, kekasih saya membicarakan tentang buku the secret..Emm memang agak telat seh dia taunya..secara saya sudah membaca buku itu di pertengahan tahun 2007. the secret mengajarkan banyak hal. Ada beberapa yang saya ambil untuk prinsip hidup saya, salah satunya adalah meyakini sesuatu yang positif akan terjadi pada kita, untuk kita. Bila kita meyakini sesuatu akan terjadi, maka itu akan benar benar terjadi. Juga poin yang saya ambil adalah bersyukur dan memaafkan. Bila kita bersyukur dengan apa yang menimpa kita, dan memaafkan atas apa yang telah membuat kita terluka maka kita tidak akan terjebak dalam racun keterpurukan perasaan tidak menerima selamanya.
Tapi, saya sekarang meragukannya. Saya kembali terpuruk. Sewaktu abang saya masih dirawat di RS, saya sangat meyakini dia sembuh. Saya sangat mempercayai bahwa abang saya disaat sembuh dia akan kembali berkumpul dengan saya dan keluarga. Dia akan mengajari saya bermain musik, dia akan menjadi wali saya ketika saya menikah nanti. Tapi, sekarang semua seakan sirna harapan itu. Keyakinan itu pupus luluh lantak begitu saja seiring dengan kepergiannya. Saya sudah tidak percaya lagi keajaiban. Bagi saya semuanya sudah pergi terbawa dengan kepergiannya. Saya lelah ditinggalkan orang orang yang saya sayangi. Saya lelah hidup dengan penuh harapan harapan yang nyatanya sekarang hanya menjadi kenangan menyakitkan.
Sore ini saya terkenang ayah dan abang saya. Ya Tuhan, kenapa bukan saya yang KAU ambil? kenapa aku harus menyaksikan semua tangisan dan pertikaian? kapan hidup ini damai? kapankah akan tercipta ketenangan?
Saya merindukan mereka..saya menangis kembali, ditengah sakit saya saat ini, saya merasa sendiri. sendiri. sendiri. sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...