Langsung ke konten utama

Adakah keajaiban?

Long time no write..
---
Minggu ini minggu yang sangat berat bagi saya, sudah seperti neraka baru yang tercipta dan hendak menelan saya kedalam sebuah kepusingan yang tiada berakhir.
Senin saya lalui dengan santai, hari pertama masuk kerja setelah lebih dari sebulan tidak ngantor. Saya senang dihari pertama ini, bertemu dengan teman2 dan bos2 saya.
Selasa pagi saya lalui dengan ceria, makan siang bersama sahabat saya, makan sepuasnya sampai kenyang dan senang. Lalu tiba2 sekitar pukul 2 pm mama saya menelepon, bahwa abang saya satu2nya masuk rumah sakit. Saya kaget luar biasa, dan saya menanyakan sebab dan keadaannya. Mama saya bilang maag abang saya kambuh dan muntah2 terus, tidak bisa menerima makanan. Akhirnya terpaksa di infus agar tidak lemas. Abang saya dirawat di RS Islam dekat rumah saya. Sorenya saya kekampus dulu, karena sudah lebih dari 1 bulan saya tidak kuliah2. Kesibukan diklat sangat menyita waktu saya sehingga kegiatan2 yang lain jadi terbengkalai, termasuk kuliah. Malamnya saya menjenguk abang saya bersama sahabat2 saya dikampus. Malam itu kami bersenda gurau bersama. Saya lihat abang saya sudah semangat dan lebih baik kondisinya setelah diinfus. Malam itu abang saya sudah bisa makan (walau makanan RS yang menurut saya sangat tidak enak..saya pernah dirawat di RS seminggu lebih jadi tahu rasanya makanan RS..) . Saya pulang kerumah dengan hati tenang. Sepupu saya yang menjaga abang saya malam itu.
Rabu saya bekerja seperti biasa, pikir saya sore nanti saya akan menjenguk abang saya kembali setelah pulang kerja. Makan siang saya kembali bersama sahabat saya Resty, makan bersamanya cukup menyenangkan karena ditraktir oleh temannya. Siang sekitar jam 2 pm mama saya menelepon. Saya angkat dan saya mendengar suara tangisan mama saya, dia berkata abang saya koma!
Saya shock sekali mendengarnya, katanya abang saya harus segera masuk Insentive Care Unit (I.C.U) saya tak kuasa membendung air mata saat itu, saya merasa takut sekali. Dia adalah abang satu2nya saya. Laki2 satu2nya dalam keluarga. Karena belum lama tahun ini ayah saya meninggalkan kami semua. Abang saya adalah wali saya, saya tidak mau menjadi anak tanpa wali. Saya kacau sekali saat itu. Segera saya bilang kepada teman saya yang 1 bagian. Dia bertindak cepat, langsung memberesi barang2 saya dan memanggil taksi. Menyuruh saya lekas ke RS. Islam.
Setiba saya tiba di RS saya melihat abang saya sudah dibantu pernafasannya, tapi posisi masih dikamarnya, bukan di I.C.U. Saya melihat mama, kakak ipar sudah menangis dan panik. Saya bingung sekali, segera saya bertanya kenapa tidak segera dipindahkan ke I.C.U, dan mereka menjawab dengan enteng bahwa ICU nya penuh. ANJINK..saya kesal sekali! abang saya sudah koma, kenapa lelet sekali tindakannya. Saya bertanya kenapa tidak dikirim ke ICU RS lain, lalu mereka menjawab kirim saja, ke Mitra Kelapa Gading. OK! saya dan mama saya langsung ke Mitra untuk mengurus administrasinya. Akhirnya malam itu juga abang saya masuk ICU.
Saya benar2 stres sekali. Saya tidak bisa bekerja pada kamisnya, hanya kekantor sebentar menyerahkan berkas2 pekerjaan saya lalu menuju RS lagi. Saya sedih sekali melihat abang saya tidak sadar dan terpasang alat2 bantuan pernafasan seperti ventilator, CCV, kabel2 dan selang2 infus. Saya tak kuasa mengontrol perasaan saya. Tapi saya menahan air mata untuk tidak menetes. Saya tidak mau menangis didepan keluarga saya, saya takut mereka tambah down. Saya berusaha setegar mungkin menghadapi ini semua.
Jumat saya lihat abang saya ada perkembangan, keadaannya sudah stabil. Denyut nadi, gula darah, tensi, dan pernafasan sudah stabil lagi. Hanya saja masih membutuhkan ventilator untuk bernafas. Ketika saya melihat tagihan biaya, saya jadi ngedown. Pasalnya baru 1 hari masuk tagihan sudah 26juta, parah sekali. Saya berusaha memutar otak untuk mencari pinjaman uang cepat. Setelah dibahas dengan keluarga kami sepakat untuk memindahkan abang ke RS. Husada. Karena saya mendapat keringanan pembayaran biaya dari salah satu link saya. Saya menjadi lega, alhamdulillah banyak orang membantu walau banyak juga yang mengecewakan. Disituasi seperti ini saya menjadi tahu siapa yang benar2 teman saya siapa yang bukan. Dimana teman yang benar2 ada disaat senang maupun susah, dan teman yang hanya mau senangnya saja. Yah, saya sih cukup tahu saja.
Sabtu rencana evakuasi abang saya. Dokter hari sebelumnya sudah acc untuk dipindahkan karena kondisi sudah stabil. Saya memutuskan untuk memindahkannya dipagi hari.
Ternyata rencana tidak berjalan mulus, abang saya ketika mau dinaikkan ke ambulance kondisinya mendadak kritis, saya shock sekali. Tapi hanya bisa diam saja. Berusaha berpikir bagaimana caranya untuk mengatasi situasi genting ini. Kakak ipar saya sudah menangis hebat. Mama saya menangis (saat itu dia menunggu di Husada). Saya dimaki2 dokter UGD (berbeda dengan dokter ICU), dimaki2 kakak ipar saya, dokter bilang saya seperti berniat membunuh abang saya, karenan memaksakan jalan dikondisi seperti itu. kakak ipar saya bilang saya setega itu dengan abang saya sendiri. ANJINK! Sehari sebelumnya semua sudah sepakat untuk dievakuasi. Apapun kemungkinan terburuknya jika memang sudah ajal, bukan ditangan dokter sialan itu. Keluarga sudah sepakat dipindah, dokter ICU sudah mengijinkan karena sudah tidak stabil. LALU KENAPA SAYA DISALAHKAN ??
Saya stres luar biasa. Saya bilang kedokter sudah tidak jadi dipindahkan. Kirim lagi ke ICU, tapi dokter sialan itu bilang kalau mau masuk ICU lagi harus mengurus administrasinya dulu, bayar deposit dulu yang jumlahnya belasan juta. Masa orang sudah sekarat harus menunggu administrasi dulu! saya dapat uang darimana dalam sekejab mata! ALLAH memang MAHA PENOLONG, saya mendapat pinjaman uang lagi. Segera saya masukkan lagi abang saya ke ICU Mitra.
Malam minggu kondisi abang saya terus memburuk, butuh transfusi darah. Golongan darah abang saya O, dan saya juga O. Tapi dokter menolak donor saya karena kondisi saya tidak fit. Dan saya dicurigai darah saya tidak bersih (sangkanya narkoba,sialan banget kan..) Saya menyerah bertengkar dengan dokter, saya bilang ya sudah beli di PMI saja..
Minggu pagi saya terbangun, setelah 4 malam tidur diruang tunggu ICU. Keadaan saya kurang fit. 4 Malam tidur hanya 1-2 jam saja. Saya menjenguk abang saya, dia sedang tertidur. Alhamdulillah abang saya tersadar pukul 10 am. Dia melihat saya, saya tersenyum. Dia mengangguk, saya senang sekali. Dia menangis, namun saya menahan tangis. Saya tidak mau terlihat sedih, takut mental abang saya down jika melihat saya menangis. Abang saya sangat mengenal saya yang tegar dan kuat. Jadi saya harus menunjukkan itu didepannya. Tidak ada air mata setetes pun. Tapi begitu keluar ruang ICU, saya tidak kuat lagi menahan kesedihan. Saya kalah dengan emosi, saya menangis disudut tangga. Tidak seorangpun melihat. Saya menikmati penumpahan segenap emosi saya. Saya sedih sekali, namun saya juga senang karena abang saya sudah berangsur membaik. Saya sangat menyayanginya. Dari kecil kami sangat dekat. Saya tipe orang yang sangat dekat dengan saudara. Dari malam minggu saya memutar otak berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang secepat mungkin. Akhirnya saya mengusulkan ke mama dan kakak2 saya yang lain setuju. Saya akan menjual rumah yang sudah saya tempati 26tahun. Saya akan mencari rumah lebih kecil. Untuk membayar hutang2 dan membayar biaya RS. Karena menurut dokter, abang saya masih harus 3 mingguan lagi di ICU. Mengingat pernafasannya masih sangat terganggu.
Dan malam ini, saya menulis blog. Menumpahkan segenap perasaan saya. Seluruh kegilaan yang terjadi begitu cepat ini. Saya tidak habis pikir, apa rahasia Allah yang begitu mempercayai saya dan sekeluarga pasti kuat menghadapi semua ini, mengapa kami diberi ujian yang sangat hebat ini, mengapa Allah memilih kami untuk menjadi manusia kuat dan tegar..
Semua adalah rahasia Allah, hanya Allah yang mengetahui. Tapi saya yakin, pasti ada jalan keluarnya, pasti ada penyelesaiannya. Allah tidak akan memberi cobaan kalau kami tidak mampu melaluinya..
---
Abang, kuatkan yaa..sabar ya bang, abang harus tegar dan bertahan. Jangan kalah oleh kesedihan dan keputus asaan. Putus asa adalah milik orang2 yang tidak mengenal Allah. Semangat bang, abang harus tetap berjuang..
Kami semua sayang abang..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Sumbang

  Suara Sumbang       Ibu Dita membisu beku, bahkan matanya hanya sesekali berkedip, pertemuan yang tak terduga membuahkan hasil mengejutkan. Sesekali Ibu Dita hanya melirik ke arahku, seperti mengamati apakah aku akan sedih, atau malah bahagia? Tapi pertemuan ini menjadikanku mempelajari sesuatu, bahkan seorang Ibu pun bisa juga salah. Tidak ada yang sempurna. Dua belas tahun lalu pertemuan kami, aku adalah seorang aparatur negara yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa. Hanya seorang pegawai kelas umbi-umbian,’rendahan’ kalau kata orang-orang. Apalagi dengan penempatanku di tempat yang tidak strategis, alias non teknis. Cuma mengurusi surat-menyurat, segala remeh temeh hal yang sama sekali tidak penting, mungkin kalau dikonversikan ke dalam sistem kasta, aku adalah rakyat jelata. Ibu Dita adalah atasanku, pejabat eselon III yang terkenal karena ramah dan kebaikannya pada siapa saja. Sering tegur sapa dengan cleaning service, PKD bahkan aku yang hanya...

BISOT, dia membuat saya berpikir ulang tentang kehidupan

Bekasi, 04/08/19 - Bekasi saat itu sangat panas, kemarau panjang membuat tanah-tanah lapang tampak tandus, sawah pun mengering. Dari kejauhan tampak seorang lelaki paruh baya bersusah payah mengangkat dus-dus berisi buku sumbangan para dermawan untuk perpustakaan kecil yang terletak di pelosok desa Sukamekar Kabupaten Bekasi.   Namanya adalah David M, biasa dipanggil Bang Bisot . Dia adalah seorang PNS di suatu Kementerian di Jakarta, yang menggadaikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk berbagi kepada anak-anak di daerah Bekasi yang tertinggal dalam hal pendidikan. Dia mendirikan taman bermain dan rumah baca untuk anak-anak kurang mampu bernama Rumah Pelangi. Berbagai kegiatan dia lakukan bersama para dermawan lainnya untuk membantu anak-anak di daerah Bekasi agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi orang yang berhasil.  Selain mendirikan Rumah Pelangi, Bang Bisot juga aktif di berbagai kegiatan amal seperti salah satunya menggalang dana untuk pembangunan...

Merdeka bagi individu, seperti apa?

Apa arti merdeka? Bagi saya merdeka bagi individu manusia adalah orang yang bisa menjadi dirinya sendiri, dia mempunyai kebebasan menjadi diri sendiri tanpa harus mengenakan topeng demi menyenangkan orang lain. Foto mbah google  Merdeka bagi individu adalah merdeka tanpa mengkawatirkan pendapat orang lain tentang pribadinya, penampilannya, apapun yang terkait individualnya. Tak kawatir dibilang gendud, jerawatan, ga pakai hermes, dan hal2 individu lainnya.  Merdeka bagi individu adalah tidak membully orang lain karena merasa terganggu dgn kejiwaan dirinya sendiri (bagi saya org yg suka bully adl org yg terganggu kejiwaannya, bukan gila, tapi ada gangguan psikis, tekanan batin, merasa hidupnya sendiri krn suka bully agar dpt perhatian). Merdeka bagi individu adl tidak terusik dgn kebahagiaan org lain, tdk iri, tdk cari perhatian, drama queen/king, bisa menjalani hidup dan menikmati hidup dgn mjd dirinya sendiri. Saya pernah membaca, di atas kereta kuda HOS Cokro...