Nenek Moyangku Seorang Pelaut... Benarkah?

Anak saya sering menyanyikan lagu nenek moyangku seorang pelaut, tapi saya jadi berpikir, benarkah nenek moyang kita adalah pelaut?

Kalau yang pernah saya baca dari buku penelitian para antropolog tentang Manusia Jawa yang meneliti tentang fosil Homo Erectus, dijelaskan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu. Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan.

Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan.

Austronesia sendiri merupakan daerah yg mencakup Taiwan, kepulauan Nusantara (termasuk Filipina), Mikronesia, Melanesia, Polinesia, dan Pulau Madagaskar. Secara harafiah, Austronesia berarti "Kepulauan Selatan" dan berasal dari bahasa Latin austrālis yang berarti "selatan" dan bahasa Yunani nêsos (jamak: nesia) yang berarti "pulau".

Sedangkan Melanesia (dari bahasa Yunani "pulau hitam") adalah sebuah wilayah yang memanjang dari Pasifik barat sampai ke Laut Arafura, utara dan timur laut Australia.

Jadi kira kira suku bangsa di Indonesia merupakan percampuran antara bangsa Austronesia dan Melanesia.

Dari situ kita bisa simpulkan bahwa tentunya dalam penyebaran penduduk mereka memerlukan sebuah kapal untuk berlayar dari pulau satu ke pulau lainnya, ada yang menetap kemudian menjadi peradaban, ada yang mencari daratan baru. 
 
Sementara jika kita lihat relief di candi Borobudur dari abad ke 8, ada suat relief berbentuk kapal adalah suatu bentuk penegasan bahwa nenek moyang kita memang benar pelaut.




 Dan semakin canggihnya suatu teknologi dalam peradaban, mereka banyak membuat kapal untuk bermigrasi ke pulau yang baru, dan teknologi pembuatan kapal ini diturunkan dari generasi ke generasi dengan penambahan inovasi, bukti kapal kapal peninggalan abad masehi ada di Museum Bahari Jakarta.


Yuk, kalau sempat ajak keluarga ke sana untuk menunjukkan bahwa benar nenek moyang kita pelaut.





Bagikan:

0 komentar