ILUSI


Tertarik dengan status mbak Ammur tentang ilusi jadi ingin menulis tentang ilusi. Hampir semua orang sudah tahu apa itu ilusi, jika ingin dipertegas menurut KBBI ilusi itu adalah sesuatu yang hanya dalam angan-angan, khayalan, atau bisa jadi pengamatan yang tidak sesuai dengan penginderaan, dan bisa juga sesuatu yang tidak dapat dipercaya atau palsu. 
Jika bicara ilusi, banyak dikaitkan dengan sesuatu yang tak tampak, kasat mata, penglihatan yang tak real, tak sesuai dengan kenyataan, seperti orang melihat penampakan, banyak yang bilang itu real banyak juga bilang itu cuma khayalan. Karena tergantung kita berbicara dengan siapa, apakah mereka yang pernah melihat juga atau tidak mempercayai sama sekali. Soal ilusi tentang penampakan, bukan hanya orang Indonesia yang percaya dengan adanya penampakan. Banyak orang di luar negeri sana yang percaya dengan spirit mereka berusaha dengan berbagai macam teknologinya menangkap sesuatu yang tak tampak oleh mata biasa itu. Peralatan mereka sangat canggih, dari teknik perekaman dengan inframerah hingga penangkapan suara dibawah frekuensi manusia biasa. 
Sebenarya untuk pembuktian itu nyata atau tidak tak perlu repot seperti orang luar negeri sana dengan berbagai alat canggih yang banyak memakan biaya. Dengan melatih diri sendiri pun bisa. Contoh simplenya, misalnya ketika kita berada suatu tempat yang kita anggap angker, dari sudut kita menangkap suatu pergerakan atau wujud penampakan misalnya kuntilanak, kita langsung bertanya pada diri kita, apakah itu? Apa benar itu kuntilanak? Apa mereka ada di situ? Apa benar? Lalu kita menoleh setelah persekian detik kita memikirkan dan ternyata apa yang kita pikirkan tidak ada. Lalu sekian detik berikutnya kita merasakan keraguan, padahal detik sebelumnya kita yakin baru saja melihat sebelum menoleh. Dari situ kita sudah meragukan pikiran kita mengira itu hanya ilusi semata. Padahal, pikiran itu yang mengatur diri kita sendiri, bisa jadi itu ilusi bisa jadi tidak. Pengasahan intuisi atau firasat sangat diperlukan dan bisa dilakukan untuk menghilangkan efek keraguan akan kemampuan, tentunya ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang diluar batas normal, misalnya pikirannya sedang tidak sehat (sakit, stres, depresi, skizofrenia, gangguan kejiwaan lainnya). 
Pernah saya menonton film serial kesukaan saya tentang How I Met Your Mother season ke berapa saya lupa, tentang Robin yang bercerita tentang Don, rekan kerjanya. Lalu Ted bersikeras tentang filosofi bebek atau kelinci. Ilusi yang ditampilkan adalah gambar bebek atau kelinci? Kita bisa bilang bahwa terkadang orang yang kita tidak sukai bisa menjadi bebek, atau kelinci. Tergantung sudut pandang kita lebih menyukai bebek atau kelinci. Apa yang disampaikan adalah tentang ilusi, terkadang kita tidak menyukai seseorang, padahal ketika kita sudah mengenalnya lebih jauh, orang itu ternyata sangat menyenangkan, dan sebaliknya. Ilusi orang menampilkan sisi buruknya terlebih dahulu dan membuat kita sangat membencinya, padahal begitu banyak kebaikan yang tersamarkan yang terkadang kita tidak sadari. Dan bahkan bisa sebaliknya yang membuat kita terjebak mempercayai seseorang padahal dia sangat buruk untuk kita. Hal sederhana yang sering luput inilah yang sering menumpulkan intuisi dan firasat kita. Kita jadi sering ilusi dengan hal baik, akhirnya jadi berprasangka buruk. Teknik simpelnya yang positif thingking dan belajar menempatkan positif itu sesuai pada tempatnya dan sesuai porsinya. Jangan kebablasan seperti saat ada penjahat sudah menodongkan senjata lalu kita tetap positif malah diam di tempat tidak lari ke kantor polisi. 
Sama seperti ketika kamu bertanya pada diri kamu, ‘apakah saya mempunya indera keenam?’ 
Hati-hati dalam pengasahan intuisi dan firasat, bisa jadi sering mengalami ilusi, atau bahkan hanya delusi.

Bagikan:

0 komentar