SCIENTOLOGY - Semangat nge-BLOG 22 hari menuju Syawal



Beberapa waktu lalu saya sering ngobrol melalui chat dengan seorang teman FB yang tak pernah saya jumpai sebelumnya, saya hanya mengenalnya lewat suatu group tentang science. Teman saya itu sudah lama saya remove dikarenakan sepertinya dia berusaha menarik saya ke ajaran Scientology.

Sebelumnya memang saya hanya mengetahui sedikit sekali tentang scientology, saya pikir itu adalah ajaran yang tak percaya dengan Tuhan dan mahluk-mahluk gaib ciptaan Nya (malaikat, jin, dll), yang tak percaya keberadaan alam dan dimensi lain yang ada di kehidupan ini. Mereka hanya percaya dengan science atau ilmu logika saja, sementara jika kita bicara agama tentu harus meninggalkan tahta logika karena bicara tentang Tuhan saja sudah hal yang gaib yang kita tidak jumpai secara nyata bentuknya di dunia ini.

Scientology adalah agama yang sulit untuk diringkaskan. Scientology menjadi populer karena beberapa selebriti Hollywood menganutnya. Scientology didirikan pada 1953 orang penulis fiksi L. Ron Hubbard, empat tahun setelah dia mengeluarkan pernyataan. “Saya ingin mendirikan suatu agama – di situ ada banyak uang.” Di sana pula dia mendapatkan kekayaan – Hubbard menjadi multi-jutawan. 





Namun apakah Scientology itu sendiri?

Scientology adalah sekumpulan ajaran dan teknik terkait yang dikembangkan oleh pengarang Amerika, L. Ron Hubbard selama sekitar 30 tahun, dimulai pada 1952 sebagai suatu filosofi pertolongan diri-sendiri, perkembangan dari sistem pertolongan diri-sendirinya yang lebih awal, Dianetika. Ajaran ini mengklaim menawarkan suatu metodologi yang eksak (pasti) untuk menolong manusia mencapai kesadaran keberadaan rohaninya melintasi beberapa masa hidupnya dan, pada saat yang bersamaan, untuk menjadi lebih efektif di dunia fisik.

Nama "Scientology" juga digunakan untuk merujuk kepada Gereja Scientology yang kontroversial, organisasi terbesar yang mempromosikan praktik Scientology. Gereja ini sendiri adalah bagian dari jaringan korporasi terkait yang mengklaim pemilikan dan wewenang tunggal untuk menyebarkan Dianetika dan Scientology.

Scientology menyatakan bahwa tujuannya adalah "merehabilitasi" thetan.  Scientology mengajarkan bahwa umat manusia adalah makhluk kekal (disebut Thetan) yang bukan berasal dari planet ini, dan manusia terperangkap oleh materi, energi, ruang dan waktu (matter, energy, space, time/MEST). Bagi penganut Scientology keselamatan datang melalui proses yang disebut “auditing” di mana “engram" (pada dasarnya kepahitan masa lalu dan ketidaksadaran yang menghasilkan rintangan energi) disingkirkan. Auditing adalah proses yang lama dan dapat berharga ratusan ribu dollar. Ketika akhirnya semua engram disingkirkan, Thetan dapat kembali mengendalikan MEST dan bukannya dikendalikan olehnya. Sampai pada keselamatan, setiap Thetan terus menerus bereinkarnasi.

Para jurubicara gereja ini dan praktisinya memberikan kesaksian bahwa ajaran-ajaran Hubbard (yang disebut "Teknologi" atau "Tek" dalam terminologi Scientology) telah menyelamatkan mereka dari begitu banyak masalah dan memampukan mereka untuk lebih menyadari potensi tertinggi mereka dalam bisnis maupun kehidupan pribadi mereka. Namun, para pengamat luar - termasuk wartawan, anggota parlemen, lembaga-lembaga pemerintahan nasional dari sejumlah negara - telah mencapai kesimpulan tentang Scientology yang sangat bertentangan dengan penggambaran diri Gereja ini. Di antaranya termasuk tuduhan-tuduhan bahwa Gereja ini adalah sebuah usaha komersial tidak jujur, yang mengganggu para kritikusnya dan secara brutal mengeksploitir anggota-anggotanya.

Meskipun beberapa pakar dan banyak pemerintahan dunia menerima Scientology sebagai sebuah agama yang bonafid, Scientology juga telah digambarkan sebagai pseudo agama, sebuah ajaran sesat atau sebuah perusahaan transnasional.

Scientology menyatakan diri sebagai gerakan pengembangan diri. Sebagai agama disebut sebagai 'Church of Scientology' dan banyak didirikan di berbagai negara termasuk di Indonesia. Sekalipun disebut sebagai 'Church' namun Scientology berbeda dengan 'Gereja yang berpusat pada Kristus', Scientology memusatkan diri pada 'diri sendiri' sebagai falsafah yang oleh pelopornya L. Ron Hubbard disebut sebagai "herald of a New Age" (gerakan zaman baru).

Sekalipun menyebut gerakan ini sebagai 'Church', gerakan ini tidak ada hubungannya dengan Kekristenan melainkan memiliki akar agama-agama mistik bahkan okultisme, bisa dibilang Scietology berpatokan pada agama-agama mistik Timur yang mengajarkan bahwa pada dasarnya manusia adalah baik, dan penyebab segala masalah yang dihadapinya terletak pada kehidupan di masa reinkarnasi sebelumnya.

Gereja Sceintology mempraktekkan praktek-praktek okultis seperti perjalanan astral, pengalaman OBE (out of the body experience), dan kepercayaan bahwa seseorang dapat menemukan pengalaman hidupnya di masa inkarnasi sebelumnya.

Scientology menyebutkan ras spiritual manusia yang tertinggi adalah Thetan. Sementara Operating Thetan (OT) adalah seseorang yang mengalami pencerahan dan menyerupai Allah (God-like). Scientology juga bisa menolong seseorang mengatasi masalah masa lalu dan sekarang agar roh god-like Thetan dalam dirinya dapat menyatakan diri.

Gereja Scientology lebih memusatkan diri pada pengembangan diri sendiri dan penciptaan planet yang digambarkan bebas dari semua masalah lingkungan, perang, minuman keras dan kejahatan, asalkan orang-orang mau menarik manfaat dari ajaran Scientology. Dalam pandangannya, hidup adalah sekedar game, sebuah permainan yang setiap orang bisa menang.

DIANETICS adalah salah buku penuntun paling terkenal yang dikembangkan Hubbard dan menjadi panduan beberapa penganutnya, tak terkecuali aktor SATURDAY NIGHT FEVERJohn Travolta. Meskipun ajaran ini menjadi kontroversi, namun beberapa selebriti memilihnya sebagai penuntun hidupnya, seperti John Travolta dan istrinya Kelly Preston, Leah Remini dan Jenna Elfman.




Dasar Keyakinan Scientology

Aliran Scientology diawali dengan konsep bahwa manusia pada dasarnya baik dan bahwa keselamatan rohnya bergantung pada dirinya sendiri, rekan-rekannya dan pencapaian rasa persaudaraannya dengan alam semesta. Ada 3 prinsip mendasar dalam aliran Scientology, yakni:

- Manusia memiliki roh yang abadi
- Pengalaman manusia berkembang luas dalam seumur hidupnya
- Kemampuan manusia tidak terbatas, bahkan tanpa disadari oleh manusia itu sendiri.


 Scientology bukan agama yang memberikan doktrin tertentu di mana para pengikut harus menerima segala hal dengan penuh keyakinan. Sebaliknya, setiap pengikut diperbolehkan menggunakan menggunakan caranya atau pengalamannya sendiri untuk menemukan kebenaran prinsip Scientology. Tujuan akhir dari aliran Scientology adalah pencerahan roh yang sejati dan kebebasan untuk semua manusia.


Memiliki Pusat Pelatihan yang Disebut Gold Base

Bagi para anggota jemaat baru, Scientology memiliki markas besar yang juga menjadi pusat pelatihan bak militer yang bernama Scientology Gold Base di California, AS. Pusat pelatihan seluas 200 hektar ini terletak di San Jacinto, Riverside County, California, AS, yang notabene jauh dari keramaian.

Terletak di antara pegunungan dengan pemandangan yang asri, Gold Base dilengkapi penginapan dan perpustakaan serta berbagai fasilitas mewah seperti kolam berenang, lapangan golf, dan arena olahraga lainnya. Terdapat sebuah mansion mewah bernilai US$ 9,4 juta (Rp 89,9 miliar) yang dibangun khusus untuk mengenang mendiang Hubbard.

Namun keamanan di Gold Base sangat ketat dan terkesan berlebihan. Di mana terdapat sensor gerak, pagar kawat berduri, dan bunker rahasia yang bisa mengawasi seluruh pelosok area Gold Base. Terdapat juga sebuah kapal di dekat kolam renang, yang entah apa kegunaannya. Meski terlihat mewah dan indah, namun para anggota yang mengikuti pelatihan harus mematuhi peraturan yang ketat, yakni mereka tidak boleh sama sekali meninggalkan Gold Base saat pelatihan masih berlangsung.

Jika pergi tanpa izin, mereka akan dilacak oleh tim khusus yang akan menggunakan segala macam cara baik dengan tekanan fisik maupun emosional untuk memaksa mereka kembali ke Gold Base. Mantan kepala keamanan Scientology, Gary Morehead, mengklaim dirinya pernah melacak lebih dari 100 anggota yang melarikan dirinya dengan menggunakan teknik 'blow drill', sejenis teknik untuk memburu orang hilang.

Morehead mengaku telah bekerja selama 13 tahun di Gold Base. Banyak anggota Scientology yang mendapat hukuman karena menentang atau berniat keluar dari aliran ini. Sejumlah mantan anggota menuturkan adanya hukuman fisik yang kejam, seperti dipaksa kerja paksa sembari mengenakan pakaian hitam agar bisa dibedakan dengan yang lain dan tidak diberi makanan dan tempat tidur yang layak.

Ada sebuah lokasi bernama 'The Hole' di dalam areal Gold Base yang menjadi lokasi penghukuman. Selama ini, seluruh kegiatan Gereja Scientology dibiayai oleh anggota jemaatnya, di mana setiap anggota diwajibkan membayar US$ 50 setiap minggunya. Bahkan ada yang menyebut bahwa Scientology merupakan aliran yang mahal untuk dianut. Hanya orang-orang kaya raya saja yang bisa bergabung dengan aliran kepercayaan ini.


Penuh Kontroversi

Seiring berjalannya waktu, banyak hal-hal kontroversial yang mewarnai perkembangan aliran Scientology. Mulai dari kasus hukum, rumor, dan sejumlah laporan yang menyudutkan aliran keyakinan ini. Berbagai macam tuduhan seperti perdagangan manusia, menahan orang-orang yang melawan kehendak mereka, memutus ikatan anggota mereka dengan keluarganya, dan memaksa seorang wanita untuk mengaborsi kandungannya.

Gereja Scientology juga dikabarkan memiliki sebuah kapal pesiar sendiri bernama MV Freewinds yang ada di Curacao, Laut Karibia, yang hanya diperuntukkan bagi jemaat mereka yang paling berkomitmen. Namun salah seorang mantan jemaatnya mengaku dirinya pernah ditahan di dalam kapal tersebut selama 12 tahun dan dipaksa kerja kasar bak buruh.

Bahkan seorang agen FBI pernah menyelidiki dugaan kasus perdagangan manusia oleh Gereja Scientology. Salah seorang mantan penganut Scientology mengakui dirinya pernah dikurung selama 18 jam sehari tanpa makanan. Kemudian ada juga mantan penganut yang dipaksa menggugurkan kandungannya, karena setiap penganut dilarang memiliki anak saat mengikuti pelatihan.

Menanggapi berbagai kontroversi tersebut, Gereja Scientology memiliki tanggapan sendiri. "Seperti setiap ide baru, Scientology selalu mendapat serangan dari pihak-pihak tidak jelas dan demi kepentingan individu semata. Sebutan kontroversi Scientology sebenarnya hanya merupakan cibiran pihak-pihak yang menolak hal baru," demikian pernyataan Gereja Scientology.

Salah seorang senator Australia bahkan pernah menyebut Scientology sebagai 'sebuah organisasi kriminal'. Sang senator menuding aliran Scientology kerap melakukan pemerasan dan penggelapan.


Artis dan Scientology




1. Cruise: Berkembang Bersama Ajaran Scientology



 

Aktor papan atas Hollywood Tom Cruise mengatakan jika ia masih berusaha mengembangkan diri serta belajar mengatasi berbagai kesulitan hidupnya melalui ajaran gereja Scientology.
"Ketika saya berusia tujuh tahun, saya mengidap dikslesia (kesulitan mengeja huruf). Saya berusaha konsentrasi pada apa yang saya baca, kemudian saya mencapai akhir halaman dan tak mengingat apapun yang telah saya baca. Saya menjadi hampa, merasa resah, gugup, bosan, frustrasi, bodoh," ujar mantan suami Nicole Kidman ini.

Aktor yang terlahir dengan nama Thomas Cruise Mapother IV ini mulai bergabung dengan Gereja Scientology saat menikah dengan istri pertamanya Mimi Rogers. Dan mulai menekuni ajaran Study Technology yang dikembangkan sejak tahun 1960-an ini lebih dalam setelah film TOP GUN dirilis tahun 1986.

"Sejak itulah saya menyadari bahwa saya bisa mempelajari apapun yang ingin saya pelajari," tambah Cruise yang merasa bersyukur Scientology telah memberinya kedamaian.

Untuk menunjukkan keseriusannya pada Scientology, mantan suami Katie Holmes ini menjadi salah satu anggota dewan pendiri yayasan nirlaba Hollywood Education and Literacy Project, yang menggunakan teknik ajaran Hubbard dalam suasana sekuler.

"Saya tak ingin orang lain mengalami apa yang saya alami," katanya, "Saya ingin anak-anak mampu membaca, menulis, mengerti apa yang dikatakan orang lain pada mereka, mampu mengatasi masalah kehidupan," tambahnya.

Namun ajaran Scientologi ini tak selamanya membuat Cruise mengatasi masalahnya, pasalnya saat pengambilan syuting MISSION: IMPOSIBLE 3, sejumlah kota, seperti Paris tidak mengijinkan Cruise melakukan pengambilan gambar hanya gara-gara Cruise penganut ajaran scientologi.

Seperti kebanyakan pemerintah di Eropa, pemerintah Perancis juga menganggap ajaran Scientology yang didirikan pada tahun 1954 di AS oleh penulis L. Ron Hubbard sebagai sebuah pemujaan yang sangat berbahaya.

Selain masalah job, Cruise menghadapi masalah yang sama untuk hubungan cintanya. Usai berpisah dari Nicole KidmanCruise memang menjalin cinta dengan Katie Holmes, yang usianya terpaut sekitar 20 tahun lebih muda.

Selain ketahuan hamil diluar nikah, ayah Katie Martin Holmes juga kecewa dan marah dengan Cruise yang dinilainya bukan orang yang baik, ditambah lagi Cruise adalah penganut Scientology.

Seperti diketahui Martin yang memang seorang penganut Katolik taat khawatir putrinya akan pindah ke Scientology. Bahkan seorang kerabat dekat Katie khawatir bintang DWASON'S CREEK ini akan dikontrol oleh para penganut Scientology. Dan menurut gosip, perceraiannya dengan Katie dikarenakan scientology ini. Konon, seleksi calon istri Cruise yang baru pun dibuat oleh para anggota gereja scientology.



2. Travolta: Scientologi Membantuku Menjalani Hidup

 
John Travolta satu dari aktor yang menganut ajaran Scientologi. John mengenal Scientologi tanpa sengaja. Saat itu tahun 1975, John tengah menyelesaikan film pertamanya DURANGO di Mexico. Seorang aktris menawarinya sebuah buku Dianetics, dan beberapa wejangan dan inti ajaran Scientologi.

"Saat aku kembali ke Amerika apa yang dikatakan lawan mainku membekas di benakku dan aku mulai mempelajari Scientologi. Sejak aku menekuni ajaran Scientologi karir filmku mulai menanjak, diawali saat aku membintangi karakter utama di serial TV WELCOME BACK KOTTER, dan sejak itu aku kebanjiran tawaran main film. Scientologi membantuku meraih sukses selama 17 tahun karir filmku."

"Ajaran L. Ron Hubbard membuat hidupku lebih mantap, aku memiliki keluarga yang hebat. Sebagai seorang penganut Scientologi menghadapi masalah bukan hal yang membuatku terbebani, aku bisa menyelesaikan masalahku dengan baik. Setelah semua yang aku lalui, aku sangat bersyukur menjadi seorang Scientologist.

3. Leah Remini Kembali 'Normal'


Aktris yang dikenal dengan perannya sebagai Lara Campbell dalam OLD SCHOOL ini mengaku sangat terbantu dengan ajaran Scientologi yang dianutnya. sejak menjadi penganut Scientologi dia berubah menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan tidak mudah kalut saat menghadapi masalah.

"Scientologi membuatku menjadi normal, meskipun aku sadar banyak kontroversi di balik ajaran Scientologi, ujar artis kelahiran Brooklyn, New York, USA, 36 tahun silam.



4. Jenna Elfman: Hidup Lebih Teratur




KapanLagi.com - Artis yang melejit lewat serial TV DHARMA & GREG ini mengenal ajaran Scientologi dari suaminya yang memang penganut Scientologi. Suaminya selalu berbicara tentang Scientologi, dan memberinya sebuah buku cukup tebal yang mengupas habis ajaran L. Ron Hubbard, sayang artis kelahiran Los Angeles, California, USA ini malas untuk membacanya lebih jauh.

Sampai suatu hari Jenna merasa kalut dengan kesibukan syuting yang seabrek membuatnya tak bisa mengatur jadwal secara profesional. Dia sering kali terlambat dan tak jarang event dan acara menajdi berantakan. Hari-hari yang dilaluinya semakin berantakan, dan dibalik kekalutannya Jenna menemukan kedamainan dengan bersama Scientologi, Jenna kembali bisa menata harinya dan membuat nya lebih bersemangat.

Tom Cruise, John Travolta, Leah Remini dan Jenna Elfman menemukan pencerahan dalam Scientologi, meskipun di mata banyak orang ajaran ini sangat kontroversial.  Agama dan keyakinan memang terlalu riskan untuk dibahasa, tapi layaknya selebritis, segala yang melekat dalam diri mereka selalu jadi konsumsi publik. Tak terkecuali dengan agama yang mereka yakini.





--


Dirangkum dari berbagai sumber:

Wikipedia
http://www.gotquestions.org/Indonesia/scientology.html
kapanlagi.com
detik.com
 

Kategori:

Bagikan:

1 komentar