HELL - Semangat nge-BLOG 26 hari menuju Syawal








Dante menceritakan perjalanannya menuju tiga alam dalam karya puisi berjudul La Divina Commedia (the Divine Comedy). Tiga alam yang dimaksud adalah Inferno (neraka), Purgatorio (api penyucian), dan Paradiso (surga). Penggambaran Dante tentang tiga alam itu begitu spesifik hingga menginspirasi  penulis kaliber dunia, Dan Brown untuk menulis novel terbarunya berjudul Inferno (neraka) dengan latar belakang puisi Dante ini.

Menurut pengakuan Dante, puisinya ini merupakan hasil perjalanan spiritualnya mengunjungi neraka dan dia tetap hidup untuk menceritakannya. Gambaran spesifiknya tentang neraka diceritakan dengan lengkap dari sudut pandang non religius, padahal pada masa itu, gereja memegang kendali penuh atas suatu negara, apalagi Dante tinggal di Florence yang merupakan masih di bawah kendali Roma. Mahakarya pada tahun 1300-an ini dikabarkan tak ada yang selamat kecuali salinan-salinan yang disimpan oleh sekelompok orang tak diketahui (Dalam novel Dan Brown – Inferno, dia merahasiakan kelompok ini dan mengganti namanya). Puisi Dante yang kini banyak beredar tak diketahui darimana didapatkan cerita lengkapnya. 

Saya sendiri tidak mengetahui detail jelas tentang Inferno Dante ini, namun saya ingin menceritakan sedikit latar belakang sang penulis mahakarya ini. 

Durante Degli Alighieri, lebih dikenal dengan Dante, (1 Juni 126513/14 September 1321) adalah penyair dari Firenze, Italia. Karya terbesarnya, la Divina Commedia (The Divine Comedy), dianggap sebagai salah satu karya literatur terbesar di Eropa selama Zaman Pertengahan, dan merupakan dasar bahasa Italia modern. Dante Alighieri Society, didirikan di Italia pada 1889, melanjutkan upaya pengembangan budaya dan bahasa Italia ke seluruh dunia atas namanya. 

Pada masa kehidupan Dante, Italia pada masa itu bukan negara bersatu melainkan negara-negara kecil yang dikuasai oleh keluarga bangsawan yang saling bermusuhan dan merebutkan kekuasaan hingga mencetuskan perang saudara. 

Dante merupakan ahli waris dari keluarga miskin tapi mulia sehingga dia menjadi salah satu dari tujuh pejabat terpilih dalam memimpin pemerintah Florence. Suatu ketika ada sebuah tabrakan yang disengaja di jalan selama Festival Mei berlangsung menyebabkan perkelahian yang meningkat menjadi perang saudara yang akhirnya menyebabkan Dante terguling dari jabatannya dan diasingkan dari Florence. Ia menghabiskan sisa hidupnya di pengasingan dan selalu merindukan kota asalnya.
 
Pada tahun 1293 ia menerbitkan sebuah buku yang disebut Nuova Vita (“Kehidupan Baru”), di mana ia menceritakan bagaimana ia jatuh cinta dengan seorang gadis muda (Beatrice), dan menemukan kebahagiaan utamanya dalam berpikir tentang dirinya, dan melihat dia dari jauh. Pada 1304 atau segera sesudahnya ia menerbitkan De Vulgari Eloquentia, argumen untuk menulis puisi dan karya lain dalam bahasa yang orang berbicara (dalam kasusnya, Italia) daripada dalam bahasa Latin. Pada saat yang sama dia menulis Il Convivio (“The Banquet”), yang membahas tata bahasa, dan gaya puisi, dan mengeluh bahwa puisi sendiri, dan khususnya beberapa hal katanya dalam Nuova Vito, telah banyak disalahpahami. Tahun 1313 ia menerbitkan De Monarchia (“Pada Monarki” atau “Sebuah risalah pada Pemerintah”), di mana ia berpendapat bahwa otoritas seorang pangeran sekuler tidak berasal dari otoritas gereja, dan tidak diberikan kepadanya oleh Paus, tetapi datang langsung dari Allah (meskipun dalam latihannya itu ia seharusnya, seperti setiap orang Kristen lain, yang akan dipandu oleh instruksi moral dari otoritas rohani).

Ketika ia mulai menulis karyanya, Commedia, tidak diketahui awal mula penulisannya. (Sebuah “komedi”, seperti secara tradisional didefinisikan, adalah sebuah cerita yang “dimulai dalam kesedihan dan berakhir dalam sukacita” Dante menyebut karyanya hanya “Komedi itu.”. Kemudian penulis Italia berbicara tentang pekerjaan menyebutnya “Divine Comedy”, oleh nama yang biasanya dikenal saat ini) Tampaknya dia selesai yang pertama dari tiga bagian 1314, dan terakhir hanya sesaat sebelum kematiannya pada tanggal 14 September 1321. (Karena itu adalah Pesta Salib Suci, ia teringat pada hari berikutnya.)  



Sebelum membahas panjang lebar neraka versi Dante, kita definisikan dulu tentang neraka.

Menurut Wikipedia, neraka merupakan suatu tempat yang diyakini oleh penganut beberapa agama dan atau aliran kepercayaan sebagai tempat kesengsaraan abadi setelah mati (kebalikan dari surga). Tempat ini berada di alam gaib sebagai balasan atas perbuatan manusia yang dinilai menyimpang dari aturan agama. Semua pengertian tentang neraka dalam agama Islam, Kristen dan Yahudi (agama abrahamik) adalah sama, yaitu tempat penyiksaan abadi bagi para pendosa.



Tingkatan neraka dalam berbagai versi

Versi Islam:

1. Neraka jahanam, Jahannam

Adalah tingkat yang atas sekali. yaitu tempat mukminin,mukminat,muslimin dan muslimat yang melakukan dosa kecil maupun besar.

“….Demi Neraka jahanam di datangkan untuk semua orang walaupun hanya lewat / mampir dalam 1 hari”

Firman Allah SWT:

Bahwasanya orang-orang kafir dan orang aniaya itu tidak akan diampuni
Allah, dan tidak pula ditunjuki jalan, melainkan jalan ke Neraka
Jahannam. Mereka kekal dalam neraka itu selama-lamanya. Yang
demikian itu mudah sekali bagi Allah.
(Q.S. An-Nisa : 169)

2. Neraka ladhoh, Luza

Tingkat kedua yaitu tempat orang yang mendustakan agama.

Firman Allah SWT :

Sebab itu Kami beri kabar pertakut kamu dengan Neraka Luza (neraka yang menyala-nyala). Tiada yang masuk kedalamnya selain orang yang celaka. Yaitu orang yang mendustakan agama dan berpaling dari
pada-Nya.
(Q.S. Al-Lail : 14-16)

3. Neraka Khutamah, Hathamah

Inilah neraka tingkat ketiga. yaitu yaitu tempat orang yang hanya lalai memikirkan dunianya tanpa mengerjakan kebutuhan/kepentingan untuk ibadahnya.Harta yang membuat orang durhaka.

Firman Allah SWT :

Tahukah engkau apakah Hathamah itu? Yaitu api neraka yang menyala-nyala yang membakar hati manusia. Api yang ditutupkan kepada mereka. Sedangkan mereka itu diikatkan pada tiang yang panjang.
(Q.S. Al-Humazah : 4-9)

4. Neraka sair , Sair

Tingkat ke-empat yaitu  yaitu tempat orang yang tidak mau mengeluarkan zakat atau bagi mereka yang mengeluarkan tapi tidak pada porsinya dan Dalam neraka ini ditempatkan orang yang memakan harta anak yatim. Didalam neraka ini mereka buta, pekak, dan kulitnya tebal seperti Jabal uhud.

Firman Allah SWT :

Bahwasanya orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan aniaya, sesungguhnya mereka memakan api sepenuh perutnya. Dan nanti mereka akan dimasukkan kedalam neraka Sair.
(Q.S. An-Nisa : 10)

5. Neraka Sahkhor, Saqru

Yaitu tempat orang yang tidak melaksanakan salat tempat orang yang berbohong tentang keberadaan Allah, menyembah selain Allah atau menyembah zat yang keluar dari sifat Allah dan Al Quran.

 “….orang yang tidak melaksanakan solat dihukumi sebagai hewan yang tidak ada harganya/ tidak ada manfaatnya “Didalam surga mereka saling bertanya dari hal orang berdosa. Apakah
sebabnya kamu masuk neraka Saqru?
Karena kami tidak sholat, kami tidak memberi makan orang miskin, kami percaya pada yang bukan-bukan. Kami mendustakan hari kiamat.
(Q.S. Al-Mudatsir : 40-46)

6. Neraka jahim , Jahim

Tingkat ke-enam yaitu ditempatkan orang kafir, orang yang mendustakan agama, yaitu orang-orang Islam yang berdosa. Mereka yang berbuat apa yang dilarang Tuhan. Umpamanya berzina, meminum khamar, dan membunuh tanpa hak.

Firman Allah SWT :

Dan orang-orang yang kafir dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, mereka itilah penghuni neraka Jahim.
(Q.S. Al-Maidah : 86)

7.  Neraka Hawiyah, Hawiyah.

Inilah neraka yang berada dibawah sekali.neraka yang paling keras, yaitu tempat orang yang ketika matinya tidak membawa iman dan islam, apinya hitam dan sudah dibakar 1000tahun lamanya, Alas atau kerak-kerak neraka. Disinilah tempat orang-orang yang berdoa berat. Mereka yang menjadi musuh nabi-nabi, seperti Firaun.

Firman Allah SWT :

Dan barang siapa yang ringan timbangannya, maka dia dilemparkan ke neraka hawiyah. Tahukah engkau apakah Neraka Hawiyah itu? Yaitu api yang sangat panas.
(Q.S. Al-Qoriah : 8-11)


Versi Kristen:

1.Syeol/Hades

Adalah tempat atau bagian dari neraka yang paling atas atau sama dengan tempat penantian. namun di dalam tempat penantian itupun banyak jiwa yang tidak luput dari pandangan para utusan neraka.

2.Gehenna/Neraka

Adalah tempat atau bagian tengah dari neraka. Siksaan di bagian ini lebih kejam daripada di hades.

3. Jurang tak berdasar.

Adalah bagian neraka yang paling dalam. Di tempat ini terdapat lautan api dan belerang dimana para jiwa yang berdosa direndam dalam lautan itu. Di tempat itu pula Allah memenjarakan Sang Naga atau Iblis yang akan dilepaskan pada masa tujuh tahun penderitaan. 



Versi Yahudi:

Menurut agama Yahudi, biasanya digambarkan sebagai suatu tempat yang terletak jauh di dalam bumi. Neraka adalah tempat penyiksaan yang sangat mengerikan. Di neraka terdapat kawah api yang terus berkobar-kobar yang panasnya seratus kali api bumi. Di sini roh-roh malang itu dipanggang. Di Neraka juga disediakan jenis penyiksaan yang lain, misalnya ditusuk dengan tombak atau dipukuli dengan palu godam.

Berapa lama roh-roh malang itu disiksa? Tergantung dari kejahatan yang dilakukan di muka bumi. Ada yang singkat ada juga yang selama-lamanya.

Jika penghukum dengan cara penyiksaan itu dilakukan oleh manusia atau oleh suatu pemerintah di dunia ini, maka ia akan dikutuk sebagai orang atau pemerintah yang tidak beradab, sangat kejam, sadis dan tidak berperikemanusiaan sedikitpun. 



Versi Buddha:
 
Agama Buddha — Didalam agama Buddha dijelaskan bahwa terdapat 8 Maha Niraya (neraka besar) terdiri dari :

1. Sanjiva 

Makhluk apapun juga yang terlahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Di alam ini, makhluk makhluknya dipotong-potong menjadi kepingan-kepingan yang tiada akhirnya.

2. Kalasuta : benang hitam

Makhluk apapun juga yang terlahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, tubuhnya dijelujuri (dijahit) dengan benang hitam dan dipukuli, dengan beliung sampai sisa-sisa akusala karma (perbuatan- perbuatan jahat) nya HABIS, barulah terbebaskan dari derita ini.

3. Sanghata : neraka penghancur

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan pernderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan merasakan terpaan/ terjangan benda-benda keras, mis : batu karang dari empat penjuru angin, ke arah tubuhnya tanpa henti-hentinya. Semuanya ini akan berakhir, jika akusala karmanya telah terlunasi.

4. Roruva : daerah tertarus

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan merasakan masuknya nyala api dan asap ke tubuh, melalui sembilan lubang mis : telinga, hidung, mulut dan lain lain serta membakar di dalamnya. Dan pada akhirnya akan menimbulkan keperihan yang luar biasa. Derita ini akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya telah habis.

5. Maha roruva : daerah tertarus yang besar

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk, yang dimilikinya. Makhluk makhluk yang dilahirkan di alam neraka ini, juga akan merasakan penderitaan yang luar biasa, ia dipanggang bagaikan sate di atas bara yang menyala. Ratapan dan tangisan yang menderu-deru, terdengar keras sekali di alam ini. Siksaan di alam ini juga akan berakhir, jika hutang-hutang akusala karma (perbuatan jahat) telah terlunasi.

6. Tapana : pembakar

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam ini, akan merasakan penderitaan yang luar biasa, sebagai akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Makhluk makhluk yang terlahirkan di alam ini, tubuhnya akan dibakar dengan tangan terikat di tiang besi yang panas dan lantainya menyala-nyala, diiringi dengan adanya api yang besar sekali. Sungguh derita yang menyakitkan sekali dan akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya habis.

7. Patapa : pembakaran yang hebat

Makhluk apapun juga yang ditumimbal lahirkan di alam neraka ini akan merasakan penderitaan yang luar biasa akibat dari karma buruk yang dimilikinya. Makhluk makhluk yg terlahirkan di alam ini, akan di dera penderitaan yang luar biasa dan juga akan berakhir, jika sisa-sisa akusala karmanya habis.

8. Avici : tanpa penghentian

Terlahirkan di neraka Avici adalah sebagai akibat dari melakukan 5 perbuatan durhaka (panca nantariya karma) yang terdiri dari : membunuh ibu, membunuh ayah, melukai Sang Buddha, membunuh arahat dan memecah belah Sangha (persaudaraan para Bhikkhu/Bhikkhuni). Di neraka Avici disaat ini, berdiam Devadatta yang mana di masa kehidupan Sang Buddha Gautama, sering berusaha mencelakakan Sang Buddha dan memecah belah Sangha.



Versi Hindhu:

Neraka dalam pandangan agama hindu digambarkan sebagai suatu tempat yang terletak jauh di dalam bumi. Ia adalah tempat penyiksaan yang sangat mengerikan berbentuk kawah api yang panasnya beribu kali lipat dari panas api di dunia. Roh- roh yang banyak melakukan dosa di dunia akan mengalami penyiksaan ditusuk dengan tombak dan dipukuli dengan palu godam.

Di dalam Hindu sangat sedikit mantra ataupun sloka yang menjelaskan kosep Neraka mengingat Hindu mengakui terjadinya reinkarnasi atau proses kelahiran kembali dan konsep Moksha. Di Hindu Neraka dikatakan merupakan balasan yang diterima pada saat reinkarnasi atau dalam proses kelahiran kembali. Di dalamnya kita di berikan dua pilihan yang berdasar pada perbuatan kita pada masa hidup terdahulu, yaitu reinkarnasai Sorga atau reinkarnasi Neraka.




Versi Dante (non agama):
 
Kisah dimulai ketika Dante hilang dan berjalan hutan gelap, tidak dapat mengingat bagaimana ia sampai di sana atau berapa lama ia telah berjalan. Dia melihat gunung dan mencoba untuk keluar dari hutan dengan memanjat, tapi didorong kembali oleh tiga binatang yang menghalangi jalannya. Dia berjalan dengan panik, melihat seorang pria mendekat, dan meminta bantuan. Orang itu menjawab: Aku adalah penyair Virgil. Anda tidak bisa keluar dari hutan dengan mendaki gunung. Anda harus mengikuti saya, dan saya akan membawa Anda sepanjang jalan panjang. Lady Beatrice telah mengutus aku untuk membimbing Anda, melalui kedalaman neraka dan menaiki lereng Api Penyucian, untuk menemuinya di tempat yang Terberkati.

Dante kemudian mengikuti Virgil, yang pertama dia melalui Neraka, sebuah wilayah berbentuk corong yang luas. di bawah permukaan bumi, dengan serangkaian teras yang membentuk lingkaran yang terus menyempit di mana berbagai macam perbuatan jahat dihukum, turun ke pusat mereka mencapai ujung corong,  yang terletak di pusat bumi,  titik ke arah mana semua hal berat akan turun, di mana arah naik dan bawah yang dibalik, dan menemukan sebuah terowongan kecil atau memotong jalur melalui batu yang membuat mereka akhirnya keluar di sisi lain bumi, tepat di seberang Yerusalem, di kaki Gunung Api Penyucian, yang dikelilingi oleh cornice di mana tujuh macam dasar kecenderungan untuk dosa dibersihkan dan diperbaiki.

Mereka mendaki gunung dan pada puncaknya mereka menemukan surga duniawi, Eden. Di mana manusia pertama diusir ketika mereka menyimpang dari hubungan ketaatan penuh kasih kepada Tuhan dan mencintai kepercayaan kepada-Nya.

Beatrice menemui Dante,  dan dia pergi ke atas melalui bumi. Akhirnya, ia menjulang di luar planet-planet, di luar bintang, dan memandangi para seluruh isi Surga berkumpul bersama-sama, dan diberi penglihatan tentang kemuliaan Allah sendiri. Dan di sini puisi itu berakhir.

Neraka yang  digambarkan spesifik oleh Dante dengan ilustrasi menempatkan 9 posisi neraka sesuai dengan tingkatan dosanya masing-masing:









Sumber:

Wikipedia
http://santridarulfalah.wordpress.com/2008/11/13/7-tingkatan-surga-dan-7-tingkatan-neraka/
http://rismahutabarat.blogspot.com/2009/11/neraka-di-inferno-nya-dante-2.html




 

Kategori:

Bagikan:

3 komentar