HEAVEN - Semangat nge-BLOG 27 hari menuju Syawal




 


''Aku Saladin, bukan mereka. Pergilah ke negeri-negeri Kristen ....'' Yerusalem, 1187. Di luar gerbang kota suci itu, Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi (Saladin) berdiri tegap berhadapan dengan Balian of Ibelin, panglima Tentara Salib. Di pinggang kanan kedua perwira itu terhunus pedang tajam. Keduanya bersiaga untuk saling bunuh.

Ratusan ribu tentara Islam berbaris di belakang Saladin. Dari balik gerbang, warga Kristen menanti dengan cemas pertemuan itu. Sebagian Yerusalem sudah hancur. Mayat-mayat bergelimpangan di mana-mana. Di belakang Balian, ribuan Tentara Salib bersiap menyerang. ''Ketika Tentara Salib merebut Yerusalem seratus tahun lalu, seluruh Muslim dibantai,'' Balian mulai pembicaraan.

Saladin tersenyum. Matanya menatap tajam lawan bicaranya. ''Aku Saladin, bukan mereka. Pergilah ke negeri-negeri Kristen, bawa pasukan dan rakyatmu yang memang ingin pergi. Tak ada pembunuhan,'' kata Saladin.

''Jika begitu, aku serahkan Yerusalem kepada Anda,'' balas Balian. Saladin menyalami Balian. Keduanya kembali ke pasukan masing-masing. Warga Kristen dan Tentara Salib menyambut suka cita hasil perundingan dua pemimpin besar itu. Mereka pun memuji-muji dengan meneriakkan nama Balian dan Saladin. Yerusalem pun dikuasai kaum Muslim yang disebut juga Saracen. Tak lama setelah itu, rombongan pengungsian beriring-iringan meninggalkan Yerusalem, termasuk adik raja Baldwin, Sibyll.


Kingdom of Heaven

---




Sorga, atau juga surga (bahasa Sanskerta svarga, स्वर्ग, "kayangan") adalah suatu tempat di alam akhirat yang dipercaya oleh para penganut beberapa agama sebagai tempat berkumpulnya roh-roh manusia yang semasa hidup di dunia berbuat kebajikan sesuai ajaran agamanya.

Dalam bahasa Jawa kata tersebut diserap menjadi swarga. Sorga dalam bahasa Arab disebut jannah, sedangkan dalam bahasa Hokkian digunakan istilah thian (天).


Surga dalam Islam

Qur'an banyak bercerita tentang sebuah kehidupan setelah mati di sorga untuk orang yang selalu berbuat baik. Sorga itu sendiri sering di jelaskan dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra'du 13:35:

Perumpamaan sorga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (Ar-Ra'du 13:35)

Setiap muslim percaya bahwa semua manusia dilahirkan suci. Dalam Islam pula, jika ada seorang bocah yang mati, maka secara otomatis akan pergi ke sorga, tanpa memedulikan agama kedua orang tuanya. Sorga tertinggi tingkatnya adalah Firdaus (فردوس) - Pardis (پردیس), dimana para nabi dan rasul, syuhada dan orang-orang saleh.




Tingkatan dan nama-nama syurga ialah:

  1. Jannatul Firdaus yaitu sorga yang terbuat dari emas merah.
  2. Jannatul 'Adn yaitu sorga yang terbuat dari intan putih.
  3. Jannatun Na'iim yaitu sorga yang terbuat dari perak putih.
  4. Jannatul Khuldi yaitu sorga yang terbuat dari marjan yang berwarna merah dan kuning.
  5. Jannatul Ma'wa yaitu sorga yang terbuat dari zabarjud hijau.
  6. Darus Salaam yaitu sorga yang terbuat dari yaqut merah.
  7. Darul Jalal yaitu sorga yang terbuat dari mutiara putih.
  8. Darul Qarar yaitu sorga yang terbuat dari emas merah.



Surga dalam Kristen

Sorga atau Kerajaan Sorga adalah kehidupan kekal yang dijanjikan Yesus kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Istilah "sorga" dipakai oleh penulis Alkitab menunjuk pada tempat yang kudus di mana Allah saat ini berada. Kehidupan kekal, ciptaan yang sempurna, tempat dimana Allah menghendaki untuk tinggal secara permanen dengan umat-Nya (Wahyu 21:3). Tidak akan ada lagi pemisahan antara Allah dan manusia. Orang-orang beriman sendiri akan hidup dengan kemuliaan, dibangkitkan dengan tubuh yang baru; tidak akan ada penyakit, tidak ada kematian dan tidak ada air mata.




Dalam catatan Alkitab


  1. Diciptakan oleh Allah. (Kejadian 1:1; Wahyu 10:6)
  2. Kekal dan abadi. (Mazmur 89:30; 2 Korintus 5:1)
  3. Tidak terukur. (Yeremia 31:37)
  4. Tinggi. (Mazmur 103:11; Yesaya 57:15)
  5. Kudus. (Ulangan 26:15; Mazmur 20:7; Yesaya 57:15)
  6. Tempat kediaman Allah. (1 Raja-raja 8:30; Matius 6:9)
  7. Takhta Allah. (Yesaya 66:1; Kisah 7:49)
  8. Malaikat-Malaikat diam di dalam sorga. (Matius 18:10; 24:36)
  9. Nama orang-orang kudus terdaftar di dalam sorga. (Lukas 10:20; Ibrani 12:23)
  10. Orang-orang kudus mendapat upah di dalam sorga. (Matius 5:12; 1 Petrus 1:4)
  11. Pertobatan menyebabkan sukacita di dalam sorga. (Lukas 15:7)
  12. Kumpulkan harta benda di dalam sorga. (Matius 6:20; Lukas 12:33)
  13. Daging dan darah tidak mendapat bagian di dalam sorga. (1 Korintus 15:20)
  14. Kebahagiaan di sorga dijelaskan. (Wahyu 7:16-17)
  15. Dinamai:




Surga dalam Yahudi

Tujuan akhir kehidupan menurut agama Yahudi adalah pembaharuan pemerintahan Yahweh (Tuhan Yahudi) atas kerajaan duniawi dengan seorang Mesias duniawi (utusan Tuhan yang akan datang ke bumi) sebagai kepala kerajaan. Di dalam kerajaan duniawi yang dipimpin oleh Mesias itu, orang Yahudi dan orang kafir (non-Yahudi) akan memelihara Torah (kitab suci agama Yahudi).
Barang siapa didunia memelihara Torah akan masuk surga, ke Taman Eden. Barang siapa di sini tidak memelihara Torah, ia menuju tempat hukuman yang disebut Gehinom (neraka). 



Surga dalam Hindu

Dalam agama Hindu setelah mati, jiwa kita  mencapai moksa atau lahir kembali kedunia. Bila kita lahir kembali, maka dalam kelahiran itu kita menerima akibat- akibat dari perbuatan kita dari kehidupan yang terdahulu. Akibat baik atau akibat buruk.

Disini dikenal istilah kelahiran surga dan kelahiran neraka. Kelahiran surga artinya dalam hidup ini kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia. Kelahiran neraka artinya dalam hidup ini kita akan menderita dan banyak mendapat kesulitan. Penderitaan itu sangat banyak jenisnya. Misalnya karena : sakit yang tidak dapat disembuhkan, penghianatan, kebencian, dendam, iri hati, sakit hati, dan kemarahan yang tak terkendali adalah bentuk neraka didunia ini.

Berbeda dengan agama Abrahamik, Hindu tidak mengenal surga dan neraka sebagai tempat yang abadi, melainkan moksa.




Moksa (Sanskerta: mokṣa) adalah sebuah konsep agama Hindu dan Buddha. Artinya ialah kelepasan atau kebebasan dari ikatan duniawi dan lepas juga dari putaran reinkarnasi atau Punarbawa kehidupan.
Moksa adalah keadaan dimana Atma telah bersatu atau bersenyawa dengan Tuhan dan tak terbatas oleh apapun juga. Moksha merupakan tujuan terakhir, pada alam moksa tidak ada lagi suka dan duka yang ada hanyalah kebahagian abadi.

Surga adalah keadaan Atma mengalami kesenangan sementara. Dalam surga masih digambarkan adanya kesenangan yang diikuti oleh kedukaan, digambarkan adanya bidadari cantik, kursi yang mewah dan istana yang mewah. Jiwa yang mencapai sorga akan bisa mencapai neraka dan selanjutnya lahir kembali ke dunia. Sedangkan Neraka adalah tempat yang menjijikkan, tempat untuk menghukum orang-orang yang berdosa. Menurut Kitab Agni Purana ada dua puluh delapan perputaran yang terdiri dari berbagai jenis Neraka. Seorang yang berdosa mungkin saja dan melalui lebih dari satu jenis Neraka.




Surga dalam Buddha

Konsep Buddhis tentang surga dan neraka sepenuhnya berbeda dengan agama lain . Umat Buddha tidak menerima bahwa tempat ini abadi . Surga dan neraka ada di kehidupan ini. Surga dan neraka dalam Buddha tidaklah kekal, yang kekal adalah Nibbana. Tujuan akhir umat Buddha bukan di surga atau neraka, melainkan Nibbana.

Nirwana, dari bahasa Sanskerta: Nirvāṇajir -- Pali: Nibbāna -- bahasa Tionghoa: Nie4 Pan2 (涅槃)), secara harafiah: "kepunahan" atau "pemadaman", adalah kulminasi pencarian umat Buddha terhadap kebebasan.

Dalam pengertian yang lebih dalam, Nibbana adalah kebahagiaan tertinggi, suatu keadaan kebahagiaan abadi yang luar biasa. Kebahagiaan Nibbana tidak dapat dialami dengan memanjakan indera, melainkan dengan menenangkannya.

Nibbana bukanlah suatu tempat. Nibbana bukanlah suatu ketiadaan atau kepunahan. Nibbana bukanlah suatu surga. Tidak ada kata yang cocok untuk menjelaskan Nibbana ini. Nibbana dapat direalisasi dengan cara melenyapkan keserakahan (lobha), kebencian (dosa) dan kebodohan bathin (moha).








Sumber:
Wikipedia
gambar : google image


--


Mohon maaf bila ada kesalahan, mohon dikoreksi. Terima kasih.

Kategori:

Bagikan:

1 komentar