Jujur salah, bohong salah

Judul di atas baru saja saya alami hari ini.. Sedikit curhat nggak apa-apa yah???

--

Beberapa waktu lalu saya kedapatan tugas bersama seorang ibu-ibu ke suatu tempat. Karena saya seksi repot mencari tiket, penginapan dan sebagainya jadilah orang itu ya sebut saja namanya A, jadi nempel terus ke saya. Dia maunya barengan terus sama saya, berangkat bareng, kamar bareng, padahal saya kan bawa pengasuh dan anak saya, rasanya nggak leluasa aja kalau saya bareng-bareng sama orang lain. Nggak bebas mau nyusuin anak, nggak bebas ngapa-ngapainlah..

Eh bener kejadian saat saya di sana, kami menyewa kamar suite, yang kami bisa patungan di kamar itu, padahal saya maunya kamar standar sendirian, nggak sama dia, saya maunya sama pengasuh dan anak saya saja. Tapi dia memaksa. Akhirnya budget kamar suite itu kami paruh dua, walhasil saya nombok karena saya golongan 2 hanya dapat jatah kamar standar yang harganya jauh dibanding harga kamar suite di bagi dua.

Satu kejadian itu buat saya malas tugas bareng dia, tapi dia selalu memaksa terus. Lalu setelah acara senggang, saya ingin sekali menyempatkan waktu menengok kerabat suami saya, tapi dia memaksa ikut dan mengantar saya ke sana dengan supir dari kantor yang diminta mengawal kami. Saya bilang ke dia, sudah misah aja, saya ngerental mobil. Nanti ketemu di hotel, tapi dia ngotot udah dianter aja, kan juga cuma sebentar..

Saya bilang
"Gimana mau sebentar, mau nengok nenek yang sakit dan ketemu kerabat yang nggak pernah ditemuin kok sebentar.. "

Tapi dia memaksa terus, akhirnya saya mengalah lagi..

Akhirnya jadi saya yang terus mengikuti egonya.

-

Waktu berlalu, akhirnya dana tugas itu cair juga, kami menyebutnya SPPD. Tadi pagi saat kami mau mengambil SPPD, saya tidak memperhatikan jumlah yang saya dapat, saya hanya berpikir segera melunasi utang-utang dengan uang ini dan berharap masih ada sisa sedikit untuk sekedar mentraktir keluarga makan di luar.

Tiba-tiba si A teriak, dia bilang kok saya dapatnya lebih banyak dibanding dia, sebelumnya saya nggak memperhatikan, eh ternyata benar. Memang saya dapat lebih banyak dari dia.

Setelah kami lihat bersama-sama, ternyata ada kelebihan uang di tiket. Bagian penghitungan SPPD tidak memperhatikan bahwa tiket yang saya lampirkan adalah tiket bertiga. Dewasa 2 orang, infant satu orang. Akhirnya dia ngotot nggak bisa gitu dong, kok ini nggak adil namanya.

Saya tahu saya memang harus mengembalikan uang lebih itu, walau ada syetan berbisik sudah nggak usah, toh juga nggak akan ketahuan. Tapi saya tetap ke bagian penghitungan SPPD untuk konfirmasi.

Setelah saya mengkonfirmasi, stafnya mengatakan saya pegang dulu aja uangnya, nanti setelah tahun baru dikembalikan.

Karena saya berpikir saya ingin cepat melunasi utang ya saya langsung kembali ke bagian pencairan SPPD untuk mencairkan uang itu, dan saya kembali ke ruangan.

Tiba di ruangan saya malah mendapat gunjingan, katanya saya akan kena pemeriksaan KPK lah, BPK lah, lah ini kan bukan salah saya, toh juga orang bagian penghitungan SPPD menyuruh saya memegang uangnya.

Saya bilang
"Bu, ini orangnya bilang saya disuruh megang uangnya dulu.."

Dia bilang
"Ih, uang haram.. Nanti kamu kena sidak loh.."

"Loh, saya kan sudah berniat mengembalikan, tapi memang ditolak.."

"Ya mestinya kamu kembaliin aja, ngapain diterima..."

Ibu itu emangnya nggak ngertiin apa ya namanya orang butuh uang, ada 2/3 hak saya di keseluruhan dana yang cair itu.

Lalu saya bilang
"Tapi saya butuh uang ini bu.. "

Tiba-tiba senior lain bilang
"Kalau orang itu nggak nerima ya berarti itu berarti sudah rejekinya Debby buat tahun baruan, bu.."

Dia bilang
"Nggak bisa gitu lah, kecuali kalau golongan Debby lebih tinggi dari saya.."

Saya diam..

Baru tadi pagi dia bilang saat saya menawarkan risolles dagangan ibu saya dia menjawab,
"Ah yang begini sih saya juga bisa bikin.."

Dan sekarang dia ngomong begini lagi..

Kalau saya jahat padanya, saya akan mengatakan hal terburuk tentangnya di ruangan biar semua orang dengar bahwa dia tak sesuci itu.

Tapi saya lebih memilih diam.

Alhamdulillah masya Allah, la quwwata illabillah..
Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah..


Sabar... Sabar...

Senyum, Deb.. Insya Allah akan ada rejeki yang lain, semoga rejeki itu setidaknya saya bisa terbebas dari manusia mengerikan seperti itu... uuups..


Kategori:

Bagikan:

8 komentar

  1. rese"nya itu orang deb, suruh cuci muka aja tuh huffttt bikin kesel ajah

    BalasHapus
  2. suruh wudhu aja jgn.lepas. biar malu sama Allah krn sudah terjaga wudhunya tp kok prilaku ga mencerminkan.. hehehehhe

    BalasHapus
  3. Ahh rese ya. Tapi bener sih kalo orang kaya gitu mending di cuekin aja (meskipun pengen banget ngebales), tapi orangnya pasti malah makin kesel gara2 dicuekin

    BalasHapus
  4. Iyah Beh, rese banget.. Tapi ya emang yang terampuh ya cuekin.. Just cuek aja..

    BalasHapus
  5. MAsukin ke container debz, biar gw olah di sini, haahhahah..!

    BalasHapus
  6. Sabar y mba debby...saya juga pernah nemuin org spt itu n msh skantor sampe skrg :)

    BalasHapus
  7. mhimi: iyah mi, ntar gue paketin ke sana.. wkwkwk..

    anonim ini siapa ya?? rasa2nya nggak kenal... nggak meninggalkan nama..


    DZ

    BalasHapus
  8. Halo, nama saya Sulis Susanti dari Indonesia, saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman penipuan di sini di internet, tetapi mereka masih yang asli di perusahaan pinjaman palsu.
    Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, aku jatuh korban penipuan oleh beberapa perusahaan pinjaman online, karena saya perlu sebuah perusahaan pinjaman yang jujur.

    Aku hampir menyerah, tidak sampai saya mencari nasihat dari seorang teman yang kemudian mengarahkan saya untuk pemberi pinjaman pinjaman yang sangat handal JOY WILSON LOAN FIRM, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari 750 juta rupiah dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres pada tingkat bunga rendah dari 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah pinjaman yang saya diterapkan langsung ditransfer ke rekening bank saya tanpa penundaan atau kekecewaan, karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres.

    Saya ingin Anda yakin dan percaya diri bahwa ini adalah asli karena saya memiliki semua bukti pengolahan pinjaman ini termasuk kartu id, dokumen perjanjian pinjaman dan semua kertas kerja. Saya percaya Ibu Joy Wilson sepenuh hati karena dia telah benar-benar membantu dalam hidup saya. Anda sangat beruntung memiliki kesempatan untuk membaca kesaksian ini hari ini. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan hubungi perusahaan melalui email: (joywilsonloanfirm@gmail.com)
    Anda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (sulissusanti971@gmail.com) jika Anda merasa sulit atau ingin prosedur untuk memperoleh pinjaman

    BalasHapus