So What?

Kawan, ijinkan saya share tentang sedikit permasalahan yang sedang saya hadapi. Biarlah saya di cap sebagai tukang curcol, karena saya butuh pendapat kawan tentang ini.

Begini permasalahannya..

Saya sebagai orang muslim bukan berarti saya tidak pernah mempelajari agama lain. Jujur saja, saya pernah meminjam injil dari sahabat saya yang belum saya pulangin sampe sekarang :P hanya karena saya butuh sebagai bahan di salah satu novel yang sedang saya buat. Novel itu menceritakan tentang komunitas rahasia di Jakarta yang mengikuti paham satanic. Komunitas itu memuja iblis-iblis yang namanya tercatat dalam buku kuno the lesser key of Solomon, buku yang mengkisahkan tentang Solomon yang mempunyai kerajaan jin dan iblis, Solomon yang menguasai raja jin dan iblis untuk menjadi pasukannya. Solomon yang hebat yang mengunci iblis dan jin agar patuh padanya. Dan dari buku itulah saya kisahkan komunitas yang menggunakan mantra-mantra dalam buku itu dan menjadikan jin dan iblis sebagai pasukannya untuk mengeruk kekayaan dan kekuasaan.

Tokoh utama dalam novel saya itu seorang perempuan nasrani yang taat. Tapi karena dia jatuh cinta pada seorang pria bule dalam komunitas rahasia itu, dia akhirnya keluar dari ketaatannya, dia tak pernah lagi hadir dalam ekaristy, dia tak menggunakan lagi kalung salib, dan dia sudah ikut dalam ritual-ritual komunitas tersebut.

Kembali ke persoalan, karena tokoh utamanya nasrani itulah saya butuh sharing dengan teman nasrani, tentang perayaan ekaristy, tentang isi injil, karena saya kan muslim saya mana pernah menghadiri perayaan tersebut apalagi membaca injil. Jadilah saya meminjam injil teman saya, dan saya bertanya-tanya tentang kegiatan ibadah umat nasrani.

Lalu salah satu teman saya yang Islam totok, saya menyebutnya totok karena berbagai hal, salah satunya adalah dia tidak mau berteman dengan non muslim, bagi saya keyakinan yang aneh karena setahu saya Rasulullah saja dia berdagang dengan yahudi, nasrani, bahkan Rasulullah sampai akhir hayatnya memberi makan yahudi buta di pasar (ini ada dalam hadist shahih Buchari loh, silahkan cari), jadi apa salahnya berteman dengan non muslim? Tapi biarlah teman saya hidup dengan totok-nya itu, yang penting dia nggak ngatur saya. Nah teman saya itu bilang, kok kamu nulis tentang nasrani sih? Kenapa nggak nulis tokoh utamanya Islam aja biar sekalian syiar agama?

Well, begini kawan.. Bukan saya nggak mau syiar agama, percayalah saya ini orang yang getol untuk syiar, silahkan saja cek status FB saya kebanyakan tentang syiar, silahkan cek tulisan saya di blog dan notes FB, kebanyakan juga tentang syiar tapi please saya ini penulis, ketika saya ada ide, inspirasi yang ingin saya tuangkan ke dalam tulisan jangan atur tulisan saya, saya ingin tentang tokoh wanita nasrani yang taat ,lalu kenapa?

Saya nggak mau ambil pusing, biarlah dia menyerapah saya, ini tulisan saya, ini karya saya, mau saya tulis tentang Budha kek, atau Hindhu kek, itu karya saya, yang penting saya tidak ada unsur menjelekkan agama mana pun, saya menuliskan tentang kebaikannya, karena saya percaya semua agama mengajarkan kebaikan, jika ada yang berbuat jahat itu hanyalah oknum manusia yang arogan dan egois menggunakan ayat sepotong potong demi kepentingannya sendiri atau golongan, walau kelihatannya benar oleh manusia belum tentu benar menurut Tuhan, dan saya yakin Allah maha membuka segala bentuk kesamaran, segala keburukan yang mengatasnamakan agama akan tersingkap suatu saat nanti, dan segala yang kelihatannya baik tapi palsu akan terbuka kelak.

Bagikan:

3 komentar