AGAMA ADALAH HAM, TITIK!

Saya bingung dengan pemberitaan belakangan ini, semakin lama masyarakat Indonesia semakin menggila. Entahlah apa yang mereka urus sepertinya sudah terlalu ikut campur terlalu dalam urusan orang lain. Sepertinya mereka yang mencampuri urusan orang lain ini nggak punya kerjaan atau kegiatan, ya semacam pengangguran saja. Apa yang saya komentari ini adalah tentang bentrokan warga tentang rumah ibadah di Bogor. Saya bukan pengikut agama minoritas, tapi bukan berarti saya otoriter mentang-mentang agama saya mayoritas. Dan menurut saya pribadi, nggak ada yang salah antara dua agama itu. Yang salah adalah oknum yang plin plan ngasih ketegasan hukum.

Lalu saya mendengar tentang pertengkaran sahabat dan sahabat saya di group FB yang membahas soal agama. APALAGI INI?? Beuh.. Ini kenapa orang-orang jaman sekarang semakin getol mempertahankan pendapatnya, walau apa ayng dia kutip dari kitab suci, hadist, al kitab, tripitika or lainnya tetap itukan menyangkut agama tertentu, mana bisa dicampurkan dengan agama lain. Jika ada orang yang bilang semua agama itu sama, darimana samanya masbro? Kalau sama kok pada ribut aja membela agamanya masing-masing?

Open mind aja lah, agama itu nggak ada yang sama gan. Justru itu, karena beda itulah orang bebas memilih mana yang dia yakini dan dia percayai. Dan ketika orang sudah menetapkan hatinya untuk agama yang dia pilih, lalu biarkan orang itu menjalankan ibadahnya sesuai agamanya.

Saya pribadi, banyak sekali berteman dengan orang yang berbeda agama dengan saya. No problemo. Bagi saya justru perbedaan itulah yang membuat indah. Kalau pelangi warnanya sama semua, dimana letak keindahannya? Kalau warna hanya ada 1 di dunia ini, di mana keragamannya?

Semoga segenap pembaca yang membaca tulisan saya ini bisa bersikap bijak dan dewasa, saling tepo seliro, menghargai perbedaan, tidak saling usik, tidak saling mencari pembenaran agar dianggap pintar dan hebat. Jika anda merasa pintar, lebih baik diam.

Dan walau pada orang yang tak beragama sekali pun, bukan berarti dia tak percaya adanya TUHAN. Percaya TUHAN bukan berarti harus beragama bukan? Mungkin saja dia lelah dengan agama yang saling 'ngotot' satu sama lain merasa ajaran paling benar di seluruh jagad raya bumi ini. Karena, masalah agama adalah pilihan hati masing-masing. AGAMA ADALAH HAM, TITIK!

Bagikan:

0 komentar