Semua perempuan di dunia ini CANTIK!!

Saya kenal seseorang, dia sebenarnya adalah perempuan yang manis. Wajah Jawanya sangat ketara dalam bentuk mukanya. Dia orang yang sederhana, pakaiannya simple model kasual, tatanan rambutnya juga simple panjang terurai dengan pony sealis, tutur bahasanya kalem seperti perempuan Jawa pada umumnya. Tak ada yang spesial jika dilihat sekilas, tapi jika diamati, dia amat manis, jika saya laki-laki tentu saya akan menyukainya.

Tapi keadaan berubah ketika dia pindah kerja yang kantornya terletak di Sudirman. Pergaulan dan keharusan berpenampilan menarik membuatnya berubah total. Sekarang gayanya kelihatan seperti perempuan elit, nggak ada kesederhanaan lagi yang terpancar dari dirinya. Sekarang dia mengenakkan rok, stocking hitam, kemeja ketat yang menunjukkan belahan dadanya, tas dan sepatu bermerk. Wajahnya juga bermake up tebal, rambutnya di cat blondie, kulitnya juga memutih seperti vampir-vampir Twilight, persis seperti tante-tante yang nggak sadar diri kalau umurnya sudah menua tapi ingin kelihatan seperti ABG dalam girl band Cherrybelle.

make over tanpa operasi dan botox


Saya kan memang orangnya blak-blakan jika bicara, sempat saya ledek dia "Kok loe sekarang kayak tante-tante sih? Kayak si MD itu looh.." kata saya terkekeh, lantas dia langsung tersinggung, dia bilang "Gue udah ngeluatin banyak biaya nih buat make over. Jutaan yang gue keluarin buat ini, loe nggak liat sekarang toket gue makin montok.." katanya dengan bahasa yang nggak lagi sopan seperti dulu. 

Saya mengernyit, kaget tepatnya. Rupanya pergaulan semakin menggila. Gadis manis sederhana dan sopan yang saya kenal dulu sudah nggak ada lagi di dirinya. 

"Emangnya elo, gaya lo masih gini-gini aja. Pake jilbab monoton gitu-gitu aja.." tambahnya lagi.

Saya makin terdiam. Entahlah, bagi saya memakai jilbab adalah kebanggaan saya. Jika ada perempuan yang membanggakan rambut indahnya itu terserah dia, tapi tolong jangan menghina kebanggaan saya ini (baca : jilbab). 
"Menurut gue, tanpa ini semua elo udah cantik. Emangnya untuk apa sih sampai semua ini lo lakuin?" tanya saya.

"Selain tuntutan pekerjaan juga untuk nyari cowok, Deb.. Hari gini mana ada cowok yang sama cewek yang standar-standar aja kayak elo. Ya lo lagi hoki aja bisa nikah lagi.." jawabnya.

JLEB.. 

Standar?

Standar menurut siapa? Atau bahkan apa?

Apakah perempuan yang bernampilan seperti dia sudah dibilang cantik?

Hmmm.. 

Saya kembali bertanya padanya,

"Standarnya gue adalah standarnya kewajiban seorang muslimah memakai hijab.. Bukan sok alim, tapi menurut gue memang wajib setiap perempuan berpenampilan cantik, tapi lebih diwajibkan lagi jika cantiknya bukan berpatokan pada budaya barat yang bajunya kayak kekurangan bahan, atau memamerkan keelokan tubuh.. Tapi yah terserah elo sih. Tuhan udah kasih elo tubuh yang sempurna, nggak ada cacat sedikit pun. Jadi kenapa harus diubah-ubah lagi?" tanya saya ketika tersadar melihat bentuk hidungnya yang sudah berubah (mungkin disuntik mancung). 

"Yah Deb, cowok jaman sekarang maunya cewek yang perfect, kalau gue tetap kayak ndeso seperti dulu nggak akan laku-laku.."

"Jodoh kan di tangan Tuhan, say.." jawab saya.

"Yah buktinya gue nggak kawin-kawin, nah elo udah dua kali.." balasnya.

"Nah justru itu, gue yang standar menurut lo udah dua kali.. Mungkin memang belum waktunya aja kali, say... Bukan berarti nggak ada cowok yang naksir elo kalau lo berpenampilan apa adanya. Yang penting kan kita berpenampilan luar yang bersih dan  berpenampilan dalam (inner beauty) ramah dan nggak judes, insya Allah akan ada jodohnya kok. Ya sabar aja.." jawab saya.

Dia cemberut. Tetap keukeuh dengan pendapatnya. Saya hanya tersenyum, andai saja dia percaya bahwa Tuhan tidak akan menciptakan sesuatu yang sia-sia. Jika dadanya diciptakan berukuran kecil, hidungnya pesek dan kulitnya sawo matang, karena memang itulah yang dia butuhkan. Bisa saja kalau dadanya besar seperti sekarang ini, mungkin dia kena penyakit cancer, atau jalan keberatan dada, dan kejadian tak terduga lainnya. Bisa saja jika hidungnya mancung seperti itu dia malah sesak napas. Lagian, gara-gara iklan pemutih kulit standar cantik perempuan harus berkulit putih, padahal kulit sawo matang (tan) itu keren loh, buktinya bule-bule banyak yang suka orang Indonesia berkulit tan.

Saya tak bicara lagi, biarkan saja dia sadar. Jika dia merasa cantik, tak akan dia melakukan itu semua. Jika dia bersyukur pada Tuhan, dia hanya akan melakukan perawatan simple untuk tubuh dan wajahnya. 

Biarlah, sudah dewasa :) Saya mah tetap cinta diri saya apa adanya.. ;)

Bagikan:

3 komentar

  1. debby cantik kok, sama MD jauh, serem ama MD kaya maen sama patung lilin

    BalasHapus
  2. Sapa bilang km standar, Ndut!
    Kalo standar, masak bisa sampe ada yg naksir pada pandangan pertama. Yang naksir terkenal sebagai playboy lagi.
    Wkwkwkwk.....
    Kabuuuurrrr....
    ;-b
    :-D

    BalasHapus