IBU

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada duai ibu bapakmu; hanya kepada-Ku engkau akan kembali (Q.S. 31:14-15)

Ketika Mbak Nina menetapkan tema IBU, pikiran saya langsung melayang pada sosok yang sangat saya cintai yaitu ibu saya. Saya terkenang pada ceritanya tentang saya sejak beliau mengandung saya hingga saya sebesar ini sekarang.

Dulu waktu ibu mengandung saya sembilan bulan, saat itu bulan Ramadhan, ketika H-4 saya lahir di dunia pada tengah malam. Saat itu ibu saya sendirian hanya ditemani ketiga anaknya dan bidan. Ayah saya sedang tugas keluar kota. Saat saya melahirkan Hafidz saya sangat membutuhkan suami saya di sisi saya, saya bingung bagaimana bisa saat ibu saya melahirkan saya dia mampu tanpa suami di sisinya. Lalu saat lebaran hampir tiba, ibu saya sudah berjalan ke pasar untuk beli bahan makanan sembari menggendong saya. Dan dia memasaknya sembari mengurus kakak-kakak saya. Padahal saat itu baru 3 hari setelah melahirkan, apakah dia tidak merasakan sakit lagi, atau dia memang tidak mau merasakan sakit a.ka sakit yang ditahan-tahan.

Itulah kekuatan ibu, dia tidak memikirkan dirinya sendiri, yang ada di pikirannya selalu anaknya terlebih dahulu. Sakit, susah, pedih tak dia rasakan, yang penting anaknya makan, anaknya sehat, anaknya sekolah dan mendapat penghidupan yang layak.   

Rasulullah SAW bahkan berkata ketika seseorang (saya lupa namanya) bertanya siapakah yang harus dituruti terlebih dahulu, Rasulullah menjawab Ibu, lalu siapa lagi? Rasulullah menjawab Ibu (lagi), dan lalu siapa lagi? Lagi Rasulullah menjawab Ibu, dan kemudian baru Ayah dan kerabat dekat lainnya.

Begitulah keistimewaan seorang Ibu di mata Rasulullah. Itulah kenapa surga di bawah telapak kaki ibu, karena simbol ibu adalah kasih sayang.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya, atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah!" - Jangan pula engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku! Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku semenjak kecil." (Q.S. 17:23-24) 

Saat hamil Hafidz, saya sudah mengetahui resiko hamil untuk penderita scoliosis seperti saya. Yang biasanya tiap bulan saya terapi chiropractic, kini selama lebih sembilan bulan lamanya saya harus menunda terapi itu. Saya harus menahan sakit punggung dan pinggang yang sering datang menyerang, apalagi saat kehamilan makin membesar, rasa sakit di pinggang dan punggung semakin menjadi. Tapi saya tahan semua itu, demi Hafidz.

Kini saya mengerti bagaimana menjadi ibu. Sejak Hafidz lahir, ketika dokter menunjukkan Hafidz pada saya untuk pertama kalinya di ruang bedah saya langsung menangis. Rasanya sangat bahagia. Dan ketika untuk pertama kalinya saya menatapnya, saya menggendongnya, menyusuinya saya benar-benar mengalami pro dan kontra perasaan, mungkin karena saat itu saya sedang baby blues atau karena memang semua ibu mengalami itu. Tapi seiring berjalannya waktu, saya malah semakin mencintai Hafidz, apalagi saat sudah masuk kerja seperti ini, rasanya ingin pulang ke rumah dan segera menggendong dan menciuminya.

Dan kini, saya semakin menyayangi ibu saya, tak ingin sekali pun saya menyakiti hatinya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakannya. Sekarang beliau sedang sakit, saya selalu mendoakan agar beliau cepat sembuh. Get well soon my mom, i love u, i care..






 

Bagikan:

1 komentar

  1. Sekedar saran, lain kali tulisannya janga pake warna kuning atau warna yg terang bgt gitu, Ndut.
    Jadi susah untuk dibaca & bikin sakit mata & bikin pusing, padahal materinya bagus.
    :-)

    BalasHapus