Unmistakable

Hujan sore hari membuat tubuhku malas bangkit dari sofa di cafe ini. Kulirik jam sudah menunjukkan pukul 5. 

'Kemana manusia satu itu, tak nongol-nongol juga dari tadi', benakku.

Tiba-tiba datang sesosok yang kukenal, yang baru saja kupikirkan.

"Nyit, sorry lamaaa.. Tadi macet banget, lo tahu lah Jakarta banjiir kalau hujan, jadi makin macet.." kata Hafidz memanggilku 'Nyit'.

Aku hanya senyum simpul saja, mewajari keterlambatannya dari waktu yang telah kami janjikan. Tapi aku tak bisa terus-terusan mewajari saat dia memanggil 'Nyit'.

Namaku Arnetta, tapi karena dari kecil aku dipanggil Nyit Nyit yang aku juga tak tahu kenapa harus mendapat nama panggilan seperti itu. Sementara Hafidz adalah teman kampusku, kami janjian akan mengerjakan tugas akhir bersama. Yang sebenarnya lebih banyak yang mengerjakan dia.

Hafidz sibuk membuka laptop dan buku-bukunya. Aku sebenarnya malas mengerjakan sore ini, aku lebih memilih mengobrol dengannya sembari menikmati secangkir kopi dan sepotong cake coklat di sore yang romantis ini. 

"Fidz, entaran aja deh ngerjain tugasnya, gue masih malas mikir nih.." kataku

"Yah, kalau nggak dikerjain nggak selesai -selesai dong. Kapan lulusnya?" tanya nya semangat membuka buku.

"Duh, tapi gue masih belum nyambung sama tugas akhir itu. Lagian kenapa sih lo milih temanya yang susah banget?" tanyaku bete.

"Kemarin usul gue sama tema yang itu lo tolak mentah-mentah, padahal kan lebih gampang.." tambahku.

"Ya kan biar nilainya makin bagus, makin susah pembahasan makin bermutu tugas akhirnya.. Maaf Nyit, karena juga gue ragu kalau bahas yang enteng palingan hanya dapat nilai B, itu juga paling bagus, gue mau nilai A.."  katanya menyerngit.

"Dan gue, ingin bikin Julia terkesan dengan nilai gue, Nyit. " tambahnya semangat dengan mata berbinar.

Julia, yah satu nama itu. Yang selalu ada dalam hatinya. Dengan terpaksa aku mengikuti maunya, walau sebenarnya bukan itu yang kumau. 

'Fidz, andai kamu tahu apa yang kumau. Andai tak perlu kukatakan apa yang kuinginkan. Andai kau dapat membaca pikiranku seperti kamu melahap semua isi buku-buku tebal itu, andai kamu mengerti semua yang kulakukan ini untukmu, andai.. andai. andai... Tak perlu kau ragukan lagi bahwa hati ini hanya untukmu, seperti kamu meragukan tema yang kuberi untuk tugas akhir kita.. andai.. andai.. andai.. Andai kamu membalas rasa ini, tak akan marah aku dipanggil Nyit Nyit, tak akan keberatan aku mengerjakan tugas akhir yang berat itu dan tak perlu kamu ragukan aku, aku akan menjagamu, tak akan menyakitimu, sedikit pun..'



--


Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan, setelah capek berharap.  Pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam akhirnya menerima, orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang apa yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanya merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian. - Raditya Dika, Marmut Merah Jambu -

--

Gambar nyolong dari mbah google http://www.chily.net/wp-content/uploads/2011/06/l1.jpg

Kategori:

Bagikan:

9 komentar

  1. kebanyakan ANDAI hehehehe, yah gak bisa lah deb..

    Andai tak perlu kukatakan apa yang kuinginkan. Andai kau dapat membaca pikiranku

    ribet deh jadi si hafidz kudu tau apa yg gak diucap dan tau pikiran orang huehehehe


    semangat debz, nice story :)

    BalasHapus
  2. "Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian."

    *langsung diem*

    BalasHapus
  3. kenapa sih lu milih temanya yang susah ???... hahahah *lirik riu.. ;p

    BalasHapus
  4. bisot : iya nih kasian si Hafidz suruh jadi cenayang nebak pikiran orang... wkwkwkkw...

    Riu : Karena yg milih tema elo jadi ini dlm rangka nyindir elo.. *eh

    Kura2 Putih : Hahahahhahaha...

    BalasHapus
  5. Huahahaha... Setuju ama KuraKuraPutih. Kalimat itu pasti tercetus gara2 Riu cari tema yang susah. Huahahahahahaha... #eh :p

    Waaaa Deb, kalau baca cerita ini, kok perasaan jadi "SEPI" ya...

    BalasHapus
  6. Yah mbak kena penggalauan niih.. Wkwkwkwkwkwkkw...

    BalasHapus
  7. just curious kenapa ya si Arnetta bisa dipanggil Nyit Nyit, suka ngemilin kunyit kali ya :p

    BalasHapus
  8. Gue juga nggak tau Beh, asal ngarang aja.. -____-"

    BalasHapus