Time Travelling

Jika bicara time travelling, saya pernah membahasnya sedikit di SINI, dan jika bicara time travelling sudah pasti berkaitan dengan time machine.

Namun, saya tidak mau membahas masalah science untuk saat ini. Saya pernah menonton film berjudul Time Traveller's Wife. Film ini sempat membuat saya berpikir, kok bisa yah ada orang melompati waktu tanpa mesin waktu. Pernah saya membaca salah satu artikel bahwa lembaga di Jenewa - Swiss sana membuat mesin waktu, konon sih katanya lembaga yang bernama CERN (Organisation for Nuclear Research) itu membuat mesin besar dengan memecahkan inti atom hingga tercipta seperti black hole yang menyedot partikel fisik disekitarnya. Dan inti atom yang terpecah itu dinamakan Partikel Tuhan seperti yang pernah dimuat dalam novel kondang Dan Brown - Angel and Demon. Ada juga link yang membahas soal ini di SINI. 

Sebenarnya selain film Time Traveller's Wife, banyak juga film-film yang membahas soal manusia yang melompati waktu. Salah satunya adalah film dan novel favorit saya Harry Potter- The Prisoner of Azkaban. Ceritanya, si Profesor Dumbledore memberi jam waktu kepada Hermione Granger dan Harry Potter untuk membereskan persoalan di waktu sebelumnya.

Ok, sekian bahas sciencenya (padahal tadi di awal saya sudah menyatakan nggak mau bahas ini, hehehehehe). Karena selain dari sisi science sebenarnya ada juga penjelasan sedikit dari sisi supranatural mengenai time travellers. Mungkin kamu pernah membaca soal orang-orang yang usianya mencapai ratusan tahun yang hidup di pedalaman. Saya pernah mendengar penuturan dari beberapa paranormal yang saya kenal, paranormal tersebut mengenal beberapa orang yang usianya mencapai ratusan tahun. Ketika saya tanya, kok bisa hidup selama itu? Jawabannya tentu dari sisi unlogic. Katanya sih, orang-orang berusia tua itu melintasi waktu alias men-skip waktu dengan memasuki alam jin. Karena menurut penjelasan paranormal tersebut, di alam jin waktunya berbeda dengan kita. Jadi kalau kita masuk alam jin 1 hari saja, lalu kembali lagi ke alam manusia, kita bisa melewati waktu 1 minggu lamanya. Bisa dibayangkan jika kita 1 bulan atau bahkan 1 tahun di alam jin, kita men-skip berapa banyak waktu di alam manusia. Dan biasanya para pen-skip waktu itu menggunakan media/alat berupa jin tersebut, jin yang akan membawanya ke alamnya.

Setelah panjang lebar mengenai time travelling dari logic dan unlogic saya mau kembali membahas film Time Traveller's Wife tadi. Intinya manusia jika memang ingin melompat waktu semestinya menggunakan alat, apa pun bentuknya. Tidak dengan sendirinya seperti yang ada di film itu.

Yah, namanya juga film. Suka-suka mereka membuat cerita, dan suka-suka mereka juga membuat kita para penontonnya agak kecewa atau malah senang. Hanya saja, jika saya yang menjadi istrinya si time traveller, saya mungkin tidak akan sekuat dia, tak akan setegar dia. Saya tak mampu ditinggal tanpa penjelasan, tak mampu mempunyai suami yang pergi tiba-tiba, dan datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan apa pun. Saya juga tak akan kuat menunggu seumur hidup dari usia kecil hingga saatnya bertemu dengan si time travellers dan lalu menikah dengannya. Saya tak akan sanggup seperti itu. Pada intinya, itu hanya cerita film, manusia tak akan ada yang sanggup menunggu seumur hidup tanpa penjelasan apa pun, manusia tak akan ada yang sanggup hidup sendiri, sudah pasti butuh keluarga, menikah, mempunyai anak, walau pun dia begitu mengagungkan kebebasan tetap saja tak akan ada yang sanggup sendirian. (statement yang nggak nyambung dengan bahasan time travellers, hehehehhe.. *semacam curcol terselebung :P)



Saya nggak mau balik ke masa lalu, percuma nggak bisa diubah. Saya juga nggak mau lihat masa depan, takut nanti khilaf. Saya hanya ingin menjalani masa kini dengan sebaik-baiknya saya memberi yang terbaik.

Bagikan:

11 komentar

  1. The Time Traveller's Wife. Film bagus. Masuk akal juga, dia melompat ke tempat lain tanpa baju sehelaipun. hehehe.. Tapi tetep, anaknya yang hebat. Dia bisa survive saat kakak-kakaknya semua gugur. Setelah besar pun dia bisa travel ke manapun sesuka hati. hehehe... Aku juga nulis ah... :D

    BalasHapus
  2. Tapi penjelasannya masa karena otak yang membuat dia bisa menjelajah waktu mbak.. Yah bisa jadi sih.. Cuma aneh aja, mematahkan teori science yang sudah ada. Wkwkwkkwkwk.... Kutunggu tulisannya.. ;)

    BalasHapus
  3. mampir sekalian liat tagihan kacrut
    masalah film gituan blm pernah lia
    #sad

    BalasHapus
  4. curcol terselubung? surcol aja sudah curhat colongan, terselubung pula ck ck ck jangan terlalu dipendam deb, tuang aja semua hehehehe

    BalasHapus
  5. Time Traveler's Wive, si Rachel McAdams cakep yak :*

    BalasHapus
  6. irul : nonton doong..

    om bisot : justru krn saking ngumpetnya itu curhatan jadi sampe double, udah colongan terselubung pula. Padahal yang dicurhatin bukan hanya itu :P

    Tebeh : ya itukan wajah gue di masa tua nanti..

    BalasHapus
  7. Ummm.... telat nih...
    Gak ada yang tau film yg diomongin. jadi gak bisa ngebayangin. :(

    *Cari filmnya neeeh*

    BalasHapus
  8. heheheh gue mah taunya soal time machine justru dari film jadul voyagers, yang gue tonton pas kelas satu sd. klasik.
    setelah itu ada lagi doraemon dengan mesin waktu laci mejanya.
    dan yup, kapanpun di manapun, kayaknya kita semua pernah secretly wishing time machine itu ada ya

    BalasHapus
  9. kembali kemasa lalu dan pengn ngubah sesuatu itu kesannya abis nyesel banget yh.. ?? kalo ke masa depan kesannya ga sabaran gitu.. -,- ..

    *Saya hanya ingin menjalani masa kini dengan sebaik-baiknya saya memberi yang terbaik... ( kalo yg in gw sepakat :D )

    BalasHapus
  10. Setuju Debz, menjalani masa kini sebaik-baiknya...

    BalasHapus
  11. Riu : Kan udah diungkit di twitter, dari film itu. Wkwkwkwkkw...

    Yudi : Yups.. Berharap time machine itu ada, yah walau kini CERN tengah berusaha menciptakannya.

    Dee : Hi apa kabarnyaaa???? iya, menjalani sebaik2nya ajah..

    Kura2 Putih : Ya makanya kembali ke masa lalu pun nggak mengubah apa2. Walau bisa diubah tapi kita dan Tuhan tahu kesalahn pernah terjadi. Wajar kita manusia, berbuat kesalahan. Tapi kemudian jangan berlarut menyesali. Cukup dgn meminta maaf, dan memperbaikinya :)

    BalasHapus