Keraguan dalam doa

Pagi ini hati saya merasa tergelitik, ketika seseorang mengatakan pada saya "Doakan yah, semoga Allah mengabulkan doaku.." Saya menjawabnya "Amin..". Saya simple saja, mengapa harus ada kata semoga?  Seakan ada keraguan akan kekuatan Allah. Saya merasa Allah yang Maha Penyayang pasti akan mengabulkan doa kita, selama doa itu menuju ke kebaikan dan hal yang bermanfaat bagi orang banyak. Kalau kita berdoa "Ya Allah semoga dia yang saya benci segera mati dan lenyap dari muka bumi ini.." tentu saja tidak akan terkabulkan karena sama saja menyumpahi, karena Allah tidak menyukai kita membenci seseorang sekali pun orang itu merugikan orang banyak, biarkan Allah yang menghukumnya, tak perlu kita sampai mendoakan/menyumpahinya agar cepat mati.

Sering kali saya jumpai, ketika orang yang habis berdoa dia merasakan keraguan bahwa Allah mungkin tidak akan mengabulkan doanya, padahal setahu saya, doanya baik. Misalnya memohon ampunan, memohon rejeki yang halal, memohon jodoh dsb, jadi kenapa kita harus meragu tidak akan terkabul? Allah Maha Baik, Dia akan memberi kebaikan dan memberi yang terbaik untuk kita selama kita berada pada jalan Nya. Jika dalam berdoa saja kita masih ada keraguan atas kekuatan Allah yang Maha Besar apalagi dalam menjalani kehidupan sehari-hari? Kita cukup meyakini saja dalam hati, bahwa Allah pasti memberi yang terbaik, asal kita berusaha sebaik mungkin maka akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Jalan bagi para pembaik akan menciptakan hasil yang baik.

*) Setahu saya, Allah mengabulkan doa dalam tiga cara, mengabulkannya langsung karena itu memang untuk kita, menundanya sementara waktu karena itu memang baik untuk kita, dan tidak memberinya langsung dan memberi penggantinya karena itu yang terbaik untuk kita.

Saya berharap dalam doa kita tak ada lagi keraguan dengan Allah.. Amin.

Bagikan:

0 komentar