Kala itu

Langit sore, mengingatkan ku pada romansa kala senja. Saat aku menatap awan bertabur kesedihan. Lalu kau lukiskan tangis pada wajah senduku. Saat itu, kau bisikkan dua kata penutup cerita, 'selamat tinggal..'

Kala itu, aku hanya mengkisahkan perjalanan kita, saat rasa masih menggema deras di hati, saat jiwa masih selaras denganmu. Lalu timbul sesuatu yang berbeda, saat kita tak berjalan lagi beriringan, saat langkah tak lagi seirama, saat arah tak lagi sama. Kau mengucapkan dua kata yang menghancurkan duniaku, menciptakan tsunami yang melenyapkan kerajaan hatiku, dua kata perwujudan kiamat yang mematikan kehidupan hayalanku.

Aku tak dapat memaksakan agar kita kembali selaras, hatimu pergi melesat kencang tanpa kata-kata, hanya dua kata yang menjelaskan semuanya. Hingga rasanya aku sangat membenci dua kata itu, hingga ingin ku musnahkan dari pikiranku, namun.. 

Proses, biarlah berjalan apa adanya. 
Tak ada gunanya pula membahas, tak akan ada habisnya diceritakan..
Hanya tinggal cerita...

Bagikan:

1 komentar