STILL YOUNG TILL DIE !!

Setiap hari saya bangun pukul 5 am. Menjalankan rutinitas seperti biasanya. Membuat teh, sholat, membereskan kamar, mandi, dandan lalu berangkat kerja.

Begitu terus selama setahun setelah saya cerai dengan suami. Namun pagi ini, saya merasa jenuh. Saya berpikir tentang kehidupan saya, selama ini begitu terus tak ada perubahan. Bekerja di instasi pemerintah, travelling, bersosialisasi dengan teman dan sahabat, menulis, menjalin kisah asmara, begitu terus seperti kehidupan manusia pada umumnya. Saya benar-benar jenuh.

Ketika sampai di kantor, saya melihat laki-laki yang belum pernah saya lihat di kantor saya. Mungkin orang baru pikir saya. Laki-laki itu begitu muda dan bersemangat. Jalannya tegak dan ada senyum terukir di wajahnya. Mungkin usianya sekitar 20 tahunan. Seragamnya masih baru, begitu pun sepatunya yang tampak mengkilat. Wajahnya bersih seperti laki-laki yang rajin melakukan perawatan wajah. Rambutnya juga tertata rapi menggunakan gel dengan gaya rambut masa kini, mohawk.

Sekilas saya takjub melihatnya. Saya menatapnya dan dia balas menatap saya ditambah dengan senyuman manis. Saya juga juga membalas senyumannya itu. Saya tidak menyapanya, dan dia juga tidak menyapa saya. Lalu, saya berpikir. Sangat jauh hingga saya merasa terlalu berat memikirkan di waktu yang masih pagi ini.

Saya lalu melangkah menuju ruangan kerja saya. Saya menghempaskan diri dan duduk melamun. Hingga saya memutuskan untuk menulis notes ini.

Saya mengambil cermin, menatap wajah saya. Tampak ada kerutan dan flek hitam di wajah. Saya terperanjat. Berjengit hingga hampir terjatuh dari kursi. Saya shock melihat kerutan dan flek itu.

Usia saya masih 29 tahun. Saya memakai kata masih karena ini adalah usia terakhir saya memakai angka 2 di awal umur saya. Saya langsung berpikir, tahun depan saya 30. Lalu 31, 32, 33 dan seterusnya. Saya akan mulai memakai angka 3, angka yang sangat menakutkan untuk saya.

Saya menatap kembali wajah saya dengan teliti. Saya harus memakai make up yang bagus untuk menutupi kerutan dan flek ini, pikir saya. Saya harus rajin melakukan perawatan wajah agar tidak ada kerutan lagi, kalau perlu saya akan setiap minggu melakukan perawatan. Tak peduli lah uang saya habis hanya untuk perawatan itu. Lalu saya harus mengubah gaya jilbab saya yang monoton ini, saya harus tampil seperti masih remaja, saya malu jika saya tampak tua. Saya benar-benar ketakutan tampak tua.

Saya SMS Kamandaka, abang saya. Saya bertanya padanya mengapa sekarang wajah saya kelihatan tua, lalu Kamandaka membalas ”Nanti sore aku ke apartemenmu, masa iya dede bayi sudah kelihatan tua..”

Bahkan, Kamandaka tidak percaya saya tampak tua. Karena dia selalu memanggil saya dede bayi. Baginya wajah saya tampak seperti anak kecil. Tapi saat saya menatap kerutan dan flek di wajah ini, saya tidak mempercayai kata-kata Kamandaka.

Lalu saya bertanya pada beberapa sahabat saya lewat YM, siapa yang lebih tua antara saya dan Didi. Mereka menjawab serempak : DIDI!

WHAAAT !!

Saya dan Didi hanya beda 2 tahun lebih muda dia, tapi kenapa dia yang tampak lebih muda. Saya kan juga masih muda. Napas saya sampai terengah membalas YM itu.

Saya menghempaskan Blackberry saya, saya tidak mau membacanya lagi. Saya benar-benar merasa aneh. Saya sudah tua, itu yang saya tangkap dari isi YM teman-teman saya.

Tiba-tiba salah seorang rekan kerja saya datang pada saya, bercerita tentang teman satu bagiannya yang sekarang sudah pindah dari kantor yang juga saya kenal. Rekan saya bilang baru saja bertemu temannya itu di kantin kantor. Dan rekan saya bilang temannya itu sekarang kelihatan tua, padahal usianya masih 23 tahun. Memang temannya itu sudah menikah dan punya anak, tapi wajahnya memang tampak tua.

Saya penasaran, lalu saya menuju kantin ingin menyaksikan sendiri apa yang rekan saya bilang. Dan benar! Memang dia tampak tua, saya mengambil kesempatan bicara dengannya, berusaha mencari tahu apa yang terjadi dengannya. Menit demi menit saya memancing pembicaraan tanpa dia sadari dia berbicara tentang kehidupannya.

Dan ternyata, dari isi ceritanya dia hidup begitu-begitu saja. Menjalankan rutinitas dan dia tampak jenuh dengan rutinitas itu. Dia ingin perubahan, tapi nasib yang membuat dia menjalani kehidupan menjenuhkan. Saya berpikir, jika dia ingin perubahan, kenapa hanya sebatas keinginan saja? Kenapa tidak ada tindakan?

Lalu saya kembali ke ruangan saya, saya berpikir ulang. Saya mengambil kembali cermin dan menatap wajah saya. Lalu saya senyum. Ada kebahagiaan terukir di wajah saya. Wajah saya kemudian berubah, kembali lebih muda dari sebelumnya. Mata saya berbinar dan pipi saya memerah. Saya berpikir,

jika wajah saya akan menjadi tua, itu wajar karena itu adalah siklus hidup. Dan proses yang anggun menurut sahabat saya Eny Yudiyanti.

jika hati saya yang menjadi "tua", itu tidak wajar, karena saya akan menjadi wanita yang menyedihkan, menghabiskan umur dengan tidak bersyukur dengan kehidupan yang indah ini.

jika jiwa saya yang menjadi "tua", itu sangat tidak wajar, karena berarti saya menutup diri dari dunia dan segala pemikiran-pemikiran baru yang mungkin bisa membuat saya semakin bergairah dalam hidup.

jika pikiran saya menjadi "tua", saya tidak menghendakinya. Tapi menjadi dewasa, itu harus!

Walau berpuluh make up yang saya pakai, berpuluh perawatan yang saya lakukan, tidak akan merubah wajah saya menjadi muda kembali. Tapi, kehidupan dinamis yang saya jalani, hati yang bahagia yang saya alami, pikiran sehat dan jiwa yang tenang yang saya miliki itu yang akan terus membuat saya tetap muda dan semakin muda.



Ah, kalau begini.. Saya tidak jadi jenuh.


Hidup saya jauh lebih baik dibanding teman saya itu, hidup saya jauh lebih menyenangkan, saya sangat bersyukur karenanya. Dan mungkin, karena saya berusaha tidak lupa bersyukur, karena saya bahagia, karena saya berusaha mengambil hikmah dalam setiap kejadian itu yang membuat saya selalu tampak muda dari usia.

So, enjoy your life.. ;)


--
Tambahan :

Tips awet muda lainnya :


Tertawa
Menurut riset, banyak tertawa itu bisa membuat awet muda. Maka jadilah pribadi yang bahagia karena tertawa kan tak hanya di mulut, tapi juga di pikiran dan hati (ingat kata Ketut Liyer dalam eatpraylove).

Berpikir positif
Pikiran memang merupakan bagian yang sangat mempengaruhi kondisi tubuh kita. Stress dapat menimbulkan penyakit. Demikian pula pada wajah Anda, terlalu banyak pikiran dapat membuat wajah Anda terlihat lebih tua. Maka, berpikirlah positif dan selalu menerima apapun masalah Anda sebagai sesuatu yang baik.

Gaya hidup sehat
Dengan cukup tidur setiap hari membantu tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Maka, usahakan agar Anda tidur minimal 8 jam sehari agar kebutuhan ini tercukupi, ditambah dengan olah raga yang rutin dan pola makan yang sehat.

Menggunakan make up dan perawatan
Pastinya harus yang cocok dengan kulit wajah, dan tidak digunakan terlalu banyak. Karena jika terlalu banyak malah membuat wajah semakin berat dan menimbulkan efek tua.

Bercinta
Menurut Irene Diony, bercinta akan membuat muda kembali karena gairah dan efek menyenangkan yang ditimbulkan, membuat wajah terlihat segar. (Saya paling suka tips yang ini...)

Bermain bersama anak kecil
Kata Aldila Tabah, banyak-banyak main sama anak kecil itu juga bisa buat awet muda. Mungkin karena anak kecil itu polos, tanpa beban, selalu tertawa dan bermain jadi membuat kita jadi happy ;)

Ibadah
Menurut Indah, berwudhu juga bisa membuat awet muda. Orang yang sering mencuci mukanya akan lebih fresh atau lebih segar dan merasa lebih muda. Kalau saya menambahkan maksudnya adalah rajin ibadah. Dengan rajin ibadah, jiwa dan pikiran akan jauh lebih tenang, dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang tenang. Hayoo bahasa latinnya apaa... ^^


Ada yang mau menambahkan? ;)


Bagikan:

2 komentar