TERLAMBAT




Tak sempat ku mengucap maaf padamu
Tak sempat ku mencurahkan sayang
Tak sempat ku utarakan segenap rasa di hati
Karena lidah ini terlalu sombong untuk mengucap
Karena raga ini terlalu angkuh untuk memeluk
Untuk mengatakan rasa yang hanya sampai dihati
Hidup seperti labirin
Mencari jalan keluar dan terjebak dalam gemelut luka dan duka
tersamar suka dan tawa
Keruh akan kemunafikan sisi dunia
Jiwa mu sudah menemukan jalan keluar dari dunia ini
Sudah bebas dan berjalan menuju ketenangan abadi disana
Meninggalkan duka dan berjuta kenangan
Yang tak sempat ku rewind dan kupelajari
Tak sempat
Terlalu angkuh raga ini
Tak sempat
Hingga kini ku tundukkan kepala
Meneteskan air mata
Tertunduk malu didepan nisan mu
Meraih tanah yang masih merah
Basah akan tangisan langit yang mengiringi perjalananmu
Tak sempat ku mengucap
Satu kata bernama sayang
Tak sempat karena tertahan di bibir yang sombong
Seribu penyesalan
Sejuta amarah akan takdir Tuhan
Mengatasi emosi
Terkurung dalam kelut hidup
Hingga tiba pada suatu sudut
Yang bernama apatis
Dalam duka dan dendam menjadi satu
Maaf hanya ini yang bisa kulakukan
Sulit mengatasi rasa yang tidak pernah bisa diatur
Tak sempat
Terlambat

Bagikan:

1 komentar