Manusia dan Peri

Alkisah pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang manusia gadis cantik jelita yang tinggal di sebuah desa kecil yang bersahaja. Desa dengan penduduk percampuran antara manusia, peri, dewa-dewi dan malaikat yang saling berdampingan dengan tentram.

Gadis itu sebatang kara, hidup bersama dengan ayah angkatnya yang seorang centaurus. Gadis yang bernama Aurelia dan ayahnya bernama Siyakh itu, bertetangga dengan seorang peri pria bernama Zorkh.

Sejak kecil, Aurelia mengagumi Zorkh. Karena Zorkh adalah peri yang baik hati, setiap sore dari jendela dapurnya, Aurelia menatap kagum Zorkh yang sedang berkebun di halaman rumahnya.

Cara Zorkh berkebun sangat khas, Zorkh selalu menebarkan benih-benih tumbuhan dengan sebuah tarian. Tarian itulah yang semakin membuat Aurelia terpesona. Zorkh menari dengan gerakan yang ceria, hentakan yang pas dengan lagu yang dinyanyikannya. Suara Zorkh yang merdu membuat Aurelia semakin jatuh cinta.

Siyakh mengetahui hal itu, namun apa daya Siyakh tidak bisa merestui cinta Aurelia. Karena Aurelia adalah seorang manusia, sementara Zorkh adalah peri. Mereka tidak mungkin bersama karena berbeda.

Suatu ketika, saat dewi hutan kegelapan bernama Andrya sedang melintasi rumah Zorkh, dewi Andrya terkejut melihat tarian Zorkh. Dewi Andrya pun jatuh cinta pada Zorkh. Dengan kekuatan sang dewi, Andrya lalu membuat sangkar emas untuk mengurung Zorkh dalam sangkarnya, lalu membawa pergi Zorkh ke dalam istananya di hutan kegelapan.

Aurelia sangat sedih menyaksikan hal itu, Siyakh hanya bisa menenangkan Aurelia yang shock. Tak seorang pun dapat membantu Zorkh, karena selain Zorkh yang sebatang kara, hutan kegelapan adalah tempat yang sangat dihindari penduduk desa. Karena sedih, Aurelia menangis hingga air matanya tertampung di bejana kecil.

Tak ada seorang pun yang berani masuk ke dalam hutan kegelapan. Karena menurut kabar yang tersiar, hutan kegelapan adalah sarang dari segala jenis kejahatan, tempat dari segala jenis bahaya dan ujung dari hutan itu hanyalah berisi kematian.

Aurelia memohon pada Siyakh agar diijinkan pergi mencari Zorkh, tapi Siyakh tidak mengijinkan karena kasih sayangnya pada Aurelia menyebabkan dia takut kehilangan Aurelia. Akhirnya karena kawatir, Siyakh mengurung Aurelia dalam kamarnya.

Aurelia yang hanya manusia biasa tak mampu berbuat apa-apa, dia hanya bisa berdoa memohon kepada dewa-dewi agar Zorkh dibebaskan dari kungkungan Andrya. Namun tak ada seorangpun dewa dan dewi yang membantunya kecuali dewi Aprhodyte. Aprhodyte adalah dewi cinta kasih yang selalu merawat perasaan cinta mahluk hidup.

Akhirnya Aprhodyte pergi ke hutan untuk memohon kepada Andrya agar segera membebaskan Zorkh. Andrya sangat murka mengetahui Aprhodyte membantu Aurelia yang hanya manusia biasa. Lalu Andrya melemparkan serangan kepada Aprhodyte hingga Aprhodyte terluka parah. Athena yang melihat kejadian menjadi murka karena mengetahui kembarannya Aprhodyte terluka parah. Lalu Athena menolong Aprhodyte dan meminta Aprhodyte untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Setelah Athena mengetahui duduk masalahnya, Athena merasa bingung mengapa saudara kembarnya itu rela menolong manusia biasa.

”Karena cinta..” jawaban halus Aprhodyte.

Athena terperanjat, tak pernah sebelumnya dia menemui kejadian dewa atau pun dewi memperjuangkan cinta manusia kepada peri yang belum tentu mereka bisa bersatu karena berbeda jenis mahluk.

”Untuk apa kamu perjuangkan itu, Aprhodyte?” tanya Athena

”Aku takjub melihat kegigihan Aurelia, dia hanya seorang manusia biasa. Namun rela mati untuk seorang peri yang padahal jauh lebih kuat dibanding dirinya..” Aprhodyte menjawab dengan wajah sedih.

”Manusia, memang mahluk spesial.. Mereka mampu berbuat apa saja yang mereka mau, mereka rela mati demi memperjuangkan cinta. Aku seorang dewi yang tak punya rasa cinta. Tak mampu merasakan seperti apa cinta itu, Aprhodyte. Karenanya aku tak mengerti perasaan Aurelia..” Athena berkata dengan kesunyian hutan yang mengiringinya.

Dengan telepati antara Aprhodyte dan Athena, mereka berdua sepakat untuk membebaskan Zorkh. Tapi karena takdir yang tak bisa mempersatukan Aurelia dan Zorkh, Aprhodyte dan Athena terpaksa memisahkan mereka, asal Zorkh bebas dari cengkraman dewi Andrya.

Aprhodyte menjelaskan hal itu kepada Aurelia yang dikurung oleh Siyakh. Aprhodyte berjanji akan membebaskan Zorkh dengan syarat Aurelia harus melupakan cintanya kepada Zorkh. Karena sampai akhir jaman sekali pun cinta mereka tidak akan bisa bersatu.

”Aku mencintainya dengan tulus wahai Dewi Cinta Kasih... Aku merelakan Zorkh tak bersatu denganku, asal saja dia bebas dari cengkrama dewi Andrya aku pasrah. Tapi jangan larang aku untuk mencintainya. Cintaku abadi hinggaku mati, dan biarkan itu tetap bergelora dalam hatiku..” jawab Aurelia

Seluruh dewa dan dewi yang mendengar saat itu seketika terperanjat. Mereka tak percaya dengan apa yang dikatakan Aurelia sang manusia biasa ini. Mereka melihat dalam hati Aurelia tampak sinar yang berpijar. Sinar itu adalah sinar cinta abadi kepada Zorkh. Akhirnya seluruh dewa dan dewi beserta malaikat memohon pertolongan Sang Pencipta.

Sementara dari hutan kegelapan, dalam sangkar emas Zorkh melihat ketulusan hati Aurelia. Zorkh menunduk lemas, tak diduganya selama ini ada seorang manusia yang mencintainya, dia merasa bersalah karena tidak peka akan kehadiran cinta itu selama ini. Zorkh hanya bisa memohon kepada Andrya agar segera membebaskannya dan menyatukannya dengan Aurelia.

Tentu saja Andrya tidak menyetujui hal itu. Ditertawakannya permohonan Zorkh, dan ditambahnya lagi segel sangkar emas agar Zorkh tidak bisa melarikan diri. Perlahan, sinar sayap Zorkh yang berjumlah 127 pasang sayap meredup, seiring dengan kesedihan Zorkh yang semakin dalam.

Sang Pencipta yang mendengar doa dewa-dewi dan malaikat serta melihat semua kejadian itu, lalu Sang Pencipta mengirim malaikat Gabriel sang pembawa wahyu untuk menyampaikan pesan kepada Aurelia. Malaikat Gabriel membisiki Aurelia disaat tidur, dan juga menyampaikan pesan kepada Zorkh yang semakin meredup cahayanya.

Setelah dibisiki oleh malaikat Gabriel, Aurelia dan Zorkh menyetujui dan ketika pagi datang, Andrya terperanjat.

”TIDAAAAAK....” teriak Andrya murka. Semua penghuni hutan kegelapan pun terkejut. Dilihatnya sangkar emas itu kosong, tidak ada Zorkh disitu.

Sementara Siyakh pun terkejut didapatinya saat pagi menjelang, Aurelia sudah tidak ada dalam kamarnya. Dia hanya melihat pohon dengan bunga berwarna orange dan besar yang tertanam indah dalam pot emas. Didapatinya malaikat Gabriel duduk disamping pot itu.

”Siyakh, pesan Sang Pencipta kepadamu..” kata malaikat Gabriel. Siyakh pun tunduk kepada pesan yang akan diucapkan malaikat Gabriel.

”Sang Pencipta memerintahkan agar kamu segera menanam bunga itu di tepi hutan kegelapan, selama 7 hari kau siram pohon itu dengan air mata Aurelia. Dan biarkan bunga itu tumbuh dalam hutan..” setelah malaikat Gabriel menyampaikan pesan, tiba-tiba ia menghilang.

Siyakh lalu menjalankan tugas yang diberikan kepadanya. Ditanamnya pohon itu di tepi hutan kegelapan, lalu selama 7 hari disiramnya dengan air mata Aurelia.

Semenjak itu, pohon itu tumbuh subur, bunganya berkembang sangat banyak. Namun bunga itu hanya mekar disaat malam, saat Zorkh yang berubah menjadi kunang-kunang datang mengunjunginya. Akhirnya bunga dan kunang-kunang hidup bahagia selamanya.


--



created by : DebZhanng

Bagikan:

1 komentar