Pangeran Iblis dan Putri Kegelapan

Alkisah ada seorang pangeran iblis bernama Ereshkigal yang menghuni neraka terendah dalam susunan neraka, pangeran Ereshkigal itu jatuh cinta kepada putri kegelapan bernama putri Ishtar yang bersemayam di bumi yang indah, yang terpenjara dalam indahnya dunia yang gemerlap dan tidak ada harapan untuk melihat cahaya lagi. Putri Ishtar tinggal di kerajaan yang menguasai kegelapan, kegelapan di atas kegelapan.

Pangeran Ereshkigal setiap hari menatap putri Ishtar dari kerajaannya di neraka, menatap putri Ishtar dengan penuh takjub dan terpesona. Namun putri Ishtar tidak mengetahui bahwa ada seorang pangeran yang jatuh cinta kepadanya.

Ayah pangeran iblis, sang penguasa neraka bernama Azaghtoth merasa berang melihat anaknya merasakan jatuh cinta kepada putri yang tinggal di bawah bumi. Bagi Raja Azahgtoth mencintai Rata Penuhadalah hal tabu untuk iblis, mencintai hanya berlaku untuk manusia dan malaikat. Karena berang, sang ayah mengusir Ereshkigal turun ke bumi.

Ketika mengetahui ayahnya mengusirnya, Ereshkigal malah menjadi bahagia. Karena akhirnya dia bisa bebas dari kerajaan yang selama ini seperti memenjarainya, dan dia bisa turun ke bumi untuk bertemu pujaan hatinya. Bagi Ereshkigal, mencintai putri Ishtar adalah anugerah dari Sang Maha Pencipta.

Akhirnya Ereshkigal merencanakan bertemu dengan sang putri di bumi. Pertemuan itu direncanakan terjadi di negeri Atlantis, negeri yang sangat indah. Keindaha negeri Atlantis melebihi keindahan negeri manapun di bumi. Pangeran Ereshkigal memerintahkan legionnya untuk membebaskan sang putri dari dunia bawah bumi.

Putri Ishtar merasa kebingungan, karena ada legion yang membebaskannya dari kegelapan dalam perut bumi. Ketika putri Ishtar naik ke permukaan bumi, Putri Ishtar terperanjat. Melihat keindahan negeri Atlantis yang menakjubkan. Putri Ishtar sampai menangis dan air matanya menjadi danau yang menghiasi negeri Atlantis dan membuatnya semakin indah.

Lalu Putri Ishtar melihat sosok besar berwarna merah dan bertanduk. Dialah Pangeran Ereshkigal. Putri Ishtar merasa takut, namun rasa takut itu tidak bertahan lama, karena putri Ishtar merasakan suatu perasaan yang indah yang mungkin hanya mampu dirasakan oleh para manusia.

Sementara pangeran Ereshkigal terperanjat melihat kecantikan putri Ishtar yang memancarkan cahaya, melebih cahaya bintang di gugusan andromeda.

Pangeran Ereshkigal memperkenalkan dirinya. Dan mencium tangan Putri Ishtar yang lembut melebihi kelembutan sutra terindah.

”Siapa namamu?” Putri Ishtar bertanya kepada Pangeran Ereshkigal

”Aku adalah pemujamu, wahai pemilik keindahan..” Jawab Pangeran Ereshkigal

Putri Ishtar tersipu malu, wajahnya merona merah, memancarkan keindahan melebihi sunset terindah planet Saturnus.

”Aku Ishtar..” Putri Ishtar mengenalkan dirinya sembari tersenyum

”Aku tahu, wahai pemilik senyuman terindah..” jawab pangeran Ereshkigal terpesona pada sang putri.

Para malaikat di surga dan di bumi menyaksikan pertemuan ini, dan mereka mengelilingi putri Ishtar dan pangeran Ereshkigal. Para malaikat yang menyaksikan melihat dengan rasa bahagia, karena untuk pertama kalinya mereka menyaksikan sosok yang digambarkan sebagai kejahatan merasakan jatuh cinta kepada putri kegelapan.

Namun, tiba-tiba ayah putri Ishtar naik ke permukaan bumi. Raja penguasa kegelapan bernama raja Lucifer.

Raja Lucifer menjadi sangat murka. Melihat putrinya naik kepermukaan bumi tanpa ijinnya, dan membuat bumi menjadi indah dengan air mata harunya yang berubah menjadi danau.

”Ishtar !” teriak murka Raja Lucifer.

Putri Ishtar terkejut, wajahnya lalu berubah menjadi ketakutan. Namun Pangeran Ereshkigal tidak tinggal diam. Pangeran Ereshkigal segera melindungi Putri Ishtar, dibantu oleh legionnya.

Dan kemudian Raja Azaghtoth pun turun ke bumi. Bersalaman dengan kawan lamanya sang raja Lucifer.

”Mengapa anakmu mendekati anakku?” tanya Raja Lucifer berang.

”Saya sudah mengusirnya, karena dia merasakan cinta.. Saya tidak mengetahui bahwa dia akan turun ke bumi dan menemui anakmu..” jawab Raja Azaghtoth dengan marah.

Pertemuan dua raja penguasa dunia atas langit dan dunia bawah bumi sangat menggemparkan seisi langit dan bumi. Manusia-manusia lari ketakutan, para malaikat berbaris menjadi saksi pertemuan dua penguasa kejahatan, sementara para legion masing-masing penguasa pun ikut berbaris membentuk pakta pertahanan.

Keadaan menjadi sangat panas, seperti akan terjadi perang besar.

Tiba-tiba putri Ishtar menangis, dan berkata kepada semua yang menyaksikannya.

”Apakah cinta itu hanya untuk manusia wahai Sang Maha Pencipta?” tanya Ishtar sembari mendongakkan kepala ke langit.

”Apakah cinta tidak bisa di miliki oleh iblis sekalipun? Inikah takdir Mu wahai Sang Maha Penguasa?” tanyanya lagi.

Semua terdiam, menunggu jawaban dari Sang Maha Pencipta.

Malaikat Gabriel yang sedari tadi menyaksikan kejadian tiba-tiba berkata,

“Sang Maha Pencipta baru saja menitipkan wahyu kepadaku, dan isinya adalah siapapun berhak jatuh cinta.. Karena cinta milik siapa saja yang mempercayainya bahwa itu nyata ada dalam hati masing-masing..”

Lalu semua terperanjat. Para legion menurunkan pedangnya, Raja Lucifer dan Raja Azaghtoth kembali ke kerajaannya masing-masing. Sementara Ereshkigal mendekati putri Ishtar yang menatapnya dengan penuh cinta.

Akhirnya seluruh isi langit dan bumi merestui hubungan mereka, tidak ada jarak dan perbedaan yang mampu memisahkannya. Karena sesuai firman Sang Maha Pencipta, bahwa cinta itu ada dan nyata, bagi orang yang mempercayainya.

Bagikan:

1 komentar