Dillema

Well, akhirnya DL (dinas luar looh bukan liar..) selesai juga.. Sempet kedinginan gw tidur sendirian..huehehehe....

Hmm..ntah kenapa sepertinya semakin hari gw semakin TIDAK menikmati suasana kantor gw.

WAIT. Ini BUKAN mengeluh!

Ini masalah prinsip.

Begini ceritanya, ..

Gw kerja di instansi pemerintah udah 4 tahun lebih lama nya. Tapi baru kali ini gw DL. Selama ini gw gak pernah di percaya n dikasih kesempatan DL hanya karena sebuah alasan.

"Kamu kan perempuan Deb.."

Yes, itu alasannya.

Padahal gw tau persis alasannya, karena di bagian gw, gw hanya sendiri yang manusia. Yang lain adalah bangsa serigala buas dan serakah yang saling berebut mangsa, dan bahkan memakan temannya sendiri. Saling menyikut kiri kanan dan terlebih lagi membunuh hak dan kesempatan seseorang.

N Then minggu ini gw akhirnya di kasih kesempatan karena orang yang biasa DL itu sedang tidak bisa. Istrinya lagi ngidam katanya.

Akhirnya gw jalanin DL ini. But hasilnya memang sungguh amat sangat amat sangat mengecewakan sekali.

Gw NGEDROP.

Inilah oknum pemerintah yang hanya bisa menghabiskan anggaran. Gw pikir gw akan kerja ekstra lembur sampe malam. Tapi setiba disana n menjalani hari pertama, panitia nya cuma ngobrol2, berenang, n makan2. Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya bekerja juga. But wait, setelah gw teliti sebenarnya pekerjaan itu bisa dikerjakan di kantor dan jenis pekerjaannya juga tidak terlalu banyak hingga harus lembur segala. Lalu kenapa harus di tempat yang jauh dan menghabiskan uang negara?

Shit. Ini dilema banget. Asli gw gak suka menjalani pekerjaan seperti ini. Sangat bertentangan sama prinsip gw.

Bertahun-tahun gw ikut ormas, LSM, organisasi2 lainnya yang intinya membela RAKYAT dan kaum perempuan dan kaum tertindas, n then gw masuk instansi pemerintah lalu menjalani kehidupan yang menginjak injak hak rakyat.

Gw sakit. Sakit hati. sakit banget. Gw seperti dilema. Disisi lain, ini TUGAS KANTOR. Harus dilaksanakan karena sudah tanggung jawab gw. Tapi disisi lain, itu uang rakyat, kalo masih bisa dikembalikan anggarannya dan semoga dipergunakan untuk mensejahterakan rakyat kenapa tidak?

Lalu suami gw bilang :
"Memang sudah jadi tradisinya begitu, daripada anggarannya di balikin setelah susah payah membuat dan mencairkan anggaran, mending dihabiskan dan diadakan proyek asal2an atau bahkan fiktif.."

Oh My GOD..

Kemana nurani mereka?

Apakah mereka gak ada perasaan bersalah?

Gw sedih banget.

N yang bikin gw tambah sedih lagi.. di sela2 DL itu, ada yang sudah biasa/sering DL nyeletuk...

"Yah, cuma DL beginian doank..kurang jauh, biayanya gak bisa dimainin banyak. Palingan cuma dapet 2 jutaan, gak bisa buat apa2 cuma sekedar numpang lewat doank.."

WHAT?

SADAR WOOOI..uang rakyat yang lo pake neh. Udah gak bersyukur, serakah pula.

Gw gak bisa begini terus. Gw di kelilingi orang2 yang serakah, orang2 yang rakus.

Karena begitu serakahnya..diperjalanan ada juga yang gak berprikemanusiaan. Ada seorang anak kecil minta makan, minta kue yang ada di meja makan restoran itu. Mata anak itu menatap nanar dan kelaparan. Sayang bukan kue gw. Tapi gw diemin orang itu cuma ingin liat bagaimana dia menyikapi seorang anak pengemis yang kelaparan berharap di kasih sepotong kue. Bukan uang!

N dijawabnya kepada anak itu..
"Hus..sana pergi..kotor.."

Masya Allah..

Gw tertunduk, ingin menangis. Tapi gw tahan. Gw samperin anak kecil yang sudah melangkah pergi itu. Hanya sekedar menyisihkan haknya saja semoga dia bisa mendapatkan apa yang yang dia perlukan..

Apa yang ada di otak orang serakah itu?

Beberapa waktu lalu dia bilang 2 juta gak ada artinya..

Lalu untuk sepotong kue saja dia tidak mau korbankan untuk yang tidak mampu?

Makin sesak dada gw, tekat gw semakin bulat. Gw pengen nyelesain kuliah gw. Sampe S2, lalu kalau masih bisa gw memulai karir gw yang baru, gw pengen kerja di NGO International n sebisa mungkin membantu mereka yang membutuhkan.

Banyak yang bilang itu cuma mimpi.

Tapi, dengan mimpi lah semuanya bisa terjadi..

doakan gw yaach..

inilah cita-cita gw..





Bagikan:

2 komentar

  1. ... saya ikut prihatin ...
    dan mudah2an mbak Debby terus semangat dan tetap pegang prinsip...
    Semangat mbak... btw, ini saya bingung mau taro dimana alamat blog saya ma nama saya, saya pendatang baru di blog. Saya taro sini aja ya alamat blog saya, http://darwadi.wordpress.com

    BalasHapus
  2. hi darwadi..salam kenal yaach.. prihatin terhadap ap neh? pekerjaan gw? yah beginilah memang birokrasi kita..birokrasi yang sudah menjadi borokrasi..

    semangaat..gw taro di blogroll yach..

    BalasHapus