ARTI MAAF

Lebaran, kejadian yang terus berulang setiap tahun. Sebelum lebaran ada ramadhan. Selalu sama dan berulang terus menerus. Setiap lebaran orang2 pasti bermaaf2an, bersalam2an mengucap minal aidin wal fa idzin mohon maaf lahir dan bathin. Jika belum sempat bertemu maka media pun digunakan asal tetap bisa menyampaikan permohonan maaf.

Namun, apa artinya kata MAAF bila hanya di bibir saja?

Makna Lebaran pun menjadi hampa, hanya 2 hari yang berlalu begitu saja. Sesudahnya, orang2 akan saling menyikut kiri kanan, saling menusuk dari belakang atau bahkan saling menyakiti terang2an.

Itu yang sedang gw alami sekarang.

Jujur saja, memang berat meminta maaf dengan hati yang tulus dan ikhlas, namun akan lebih berat lagi memberi maaf dengan keikhlasan dan melupakan.

Gw sudah 2 minggu ini kebingungan luar biasa, rasa nya makna lebaran di tahun ini cuma basa basi kata maaf saja. Kata maaf jadi sekedar tradisi dari tahun ke tahun di moment lebaran ini.

Gw gak bisa seperti itu. Bagi gw, maaf ya maaf. Lakukan dengan hati, kalau tidak bisa dan masih mengganjal dihati, lebih baik tak usah ucapkan kata maaf itu. Biar saja mereka yang mengucapkan, asal ucapan gw dan hati gw tidak berbeda. Kalau sekedar bualan di mulut ya untuk apa gw puasa hampir 1 bulan, cuma untuk menjadi noda di lebaran ketika kita memaafkan hanya sekedar dibibir saja.

Gw meminta maaf, atas segala semua yang sudah terucap, atas segala yang sudah gw perbuat. Yang menyakiti dan menyinggung, kepada semua orang yang gw kenal. dan kepada semua orang yang mengenal gw.

Gw bener2 minta maaf, gw mau hati gw setidaknya kembali plong, tidak menyimpan kesal, marah apalagi dendam kepada orang lain.

Gw harap orang lain pun begitu terhadap gw.

Maaf, sekali lagi maaf.

terutama untuk suamiku, juga ibuku.

MAAF..

Semoga di hari yang fitri ini kita semua kembali fitrah.

Memulai hati dari nol lg. Memaafkan dan Meminta Maaf.

Semoga segala kejadian yang menimpa kita belakangan dapat membuka mata dan hati kita akan hikmah dan hidayah yang tersembunyi dibalik amarah dan ego.

Semoga.

Amin.

Bagikan:

0 komentar