Sentimentil Reason

Dear a’..

Malam begini aku jadi ingin menulis tentang kamu..Biar ku tuntaskan saja kepenatan hati ini.

Ingat gak waktu kita pertama kali ketemu? Aku ingat. Yudi yang mengenalkan kita berdua. By phone. Kita ktemuan di Ohlala café Jakarta Building Thamrin. Sepulang kerja di hari senin. Aku ingat betul ketika pertama kali ketemu kamu. Botak dan jenggotan. Rasanya aku ingin ketawa lepas saat itu. Gak nyangka aku dikenalin sama cowok yang gayanya hard core seperti dandanan Agnostic Front. Kita ngopi dan ngobrol2 di café itu, kamu cerita banyak banget sampe aku bingung mengingatnya saat itu. Maklum aja, daya ingat ku kan payah banget.

Trus kamu nanya ke aku, ak udah nonton get married apa belum, aku bilang udah sih, tapi ayok kita tonton lagi karena filmnya lucu banget. Akhirnya kita nonton bareng dipertemuan pertama. Lucu banget saat itu, kita ngobrolin hal yang sama sama kita suka. Film n travelling. Kamu bilang suka banget jalan2 ngeliat pemandangan alam. Aku juga. Bukan mau ngikut2in kamu, tapi emang aku juga suka. Kita sama ya..

Setelah pertemuan pertama, kamu sering nelpon aku. Aku yang gengsi nya gede banget rasanya masih jaim untuk nelpon kamu duluan, padahal aku pengen banget ngobrol2 ma kamu. Tapi kamu nggak. Kamu cuek bebek nelponin aku terus. Aku suka itu. Waktu berjalan dan jarak pun semakin jauh, aku harus menjalani training di depok dan jadi jauh sama kamu. Tapi kamu orangnya pantang menyerah. Itu yang aku suka juga dari kamu. Kamu nekat jemput aku malem2 untuk ngajak aku nonton. Padahal aku kan ada jam malam, namanya juga di asrama. Aku yang bandel nekat juga pergi ma kamu. Kita nonton diMargo City waktu itu. Lalu kita makan seafood. Aku baru tau belakangan kamu tuh gak suka seafood. Tapi karena kamu nemenin aku, kamu juga ikutan makan. Aku merasa senang karenanya, ada cowok yang rela makan makanan yang dia gak suka demi aku. Wah aku tersanjung banget looh..

Waktu gak terasa kita sering jalan. Tapi status kita masih berteman saat itu. Saat itu kamu lagi ultah. Kamu jemput aku ke asrama dan kita makan nasi goreng kambing kebon sirih. Itu tempat kenangan kita. Kamu menyatakan ingin lebih dekat dengan aku, aku yang masih jaim dan gengsi menjawab dengan bijak. Ya silahkan saja, toh gw bebas bebas aja kok..aku jawab begitu padahal dalam hati ku senang banget.

Suatu hari aku harus menghadiri kumpul keluarga besar di Tg Priok. Berhubung dekat dengan rumah kamu, aku nanya mau gak kamu nemenin aku. Kamu bilang boleh aja, n aku disuruh kerumah kamu. Deg2an aku kerumah kamu. Dikenalin ma keluarga kamu yang menyenangkan itu. Tapi maaf saat itu aku gak ingat semua nama om dan tante kamu. Tapi aku yakin suatu saat aku juga akan ingat kok.. Terus kita ke tempat kumpul keluarga dibelakang Walikota Jakut. Setelah itu kamu ngajak karokean aku, kumpul bersama sahabat2 kamu, teman segank-an kamu.

Disitu aku ketemu Yudi. Wah senangnya bisa ktemuan ma dia. Ngobrol banyak, n Yudi nanya suka gak lo ma dia. Aku jawab ya sukaa laah..kalo gak suka ngapain gw disini sekarang…

Malam itu kita pulang naik motor mu. Mana hujan, becyek gak ada ojyek..hehehhehe ..pertama kali nya aku naik motor hujan2an sama orang yang bukan pacar aku, tapi aku suka sama orang itu. Wah menyenangkan banget sekaligus berdebar2.

Nyampe rumah keadaan aku n kamu udah basah kuyup. Aku bikini kamu teh malam itu. Terus kamu nanya, mau gak jalan sama aku? Mau gak jadi cewek ku? Wah aku seneng banget. Sampe aku malu untuk ngejawabnya. Tapi dalam hati aku, aku takut kamu tau aku yang sebenarnya. Terus kamu gak nerima aku apa adanya. Sebelum aku bilang itu, kamu udah bilang duluan. Aku terima kamu apa adanyaa…

Sumpah aku seneng banget. Malam itu aku n kamu resmi pacaran. N waktu pun berlalu, kamu aku kenalin ke keluarga aku. Aku seneng banget ketika abangku (saat itu masih hidup) bilang ke aku ya udah kalian cepatlah menikah, gw restuin kok. Aku merasa sudah dapat restu dari abangku, wali aku satu2nya. Alhamdulillah..

Tapi waktu berlalu begitu cepat. Ketika abang ku masuk rumah sakit, kamu setia banget nemenin aku jaga malam. Sampe aku gak bisa mengungkapkan rasa sayang ku ke kamu, aku cuma bisa diam aja. Berharap kamu mengerti kalo aku tuh sayang banget ma kamu.

Dan abang ku pun pergi. Dunia ini rasanya sudah runtuh. Tapi kamu ada disamping aku. Ketika aku ngeliat kamu, bahkan aku sampe ga jadi menangis. Ngeliat senyum kamu dan sikap tenang mu membuat aku damai banget, dan perlahan aku bisa menerima kenyataan pahit itu.

Ketika abang ku pergi, Alhamdulillah aku mendapat hidayah. Dan kamu adalah salah satu serpihan hidayah itu. Ketika kamu mengatakan semuanya sudah ada jalannya, karena apa yang kita inginkan belum tentu Allah memberi, tapi Allah pasti akan memberi yang terbaik untuk kita. Abang mu pergi itulah yang terbaik.

Aku sangat berpikir ketika kamu mengatakan itu a’, hingga aku memutuskan untuk memakai jilbab. Kamu sangat mendukung dan terus membantuku untuk semangat dalam hidup. Aku salut sekali dengan caramu menghadapi aku yang egois, pemarah dan gak mau mengalah ini. Kamu selalu sabar menghadapi aku. Kamu menghadapinya dengan senyuman dan sikap yang bagiku aneh banget. Tapi itulah kamu. Dengan segala khas nya kamu. Khas nya kamu yang aku suka.

Tapi malam ini aku cuma bisa mengenangnya. Karena kita sudah tidak bersama lagi. Ego, amarah, gengsi, keras kepala terus bermain di diri kita. Aku sudah berusaha mengalahkan ego ku, nyatanya itu saja belum cukup untuk memperbaiki hubungan kita. Aku mengerti sekarang. Aku banyak belajar dari kamu, hanya saja kamu tidak mengetahui itu.

Cinta itu punya kekurangan juga. Yaitu sikap ingin memiliki seutuhnya dan kecemburuan yang menggelora. Aku mengerti itu ketika kamu berusaha mengutarakannya. Mencintai berarti menerima segala kekurangan yang ada. Aku berusaha memahami itu ketika kamu menunjukkannya.

Tapi beginilah aku. Dengan segala egoisan dan amarah yang meledak ledak. Tapi aku tidak mau diperbudak itu lagi, aku mau memperjuangkan cinta ku sama kamu. Tapi sekarang aku hanya bisa menulis ini. Karena perjuangan ku jadi sia sia.

Aku menulis dengan senyum kecil, karena aku sudah belajar banyak dari kamu. Kelak ketika aku akan menghadapi situasi yang seperti ini, aku gak mau lagi seperti anak kecil yang pemarah.

Tapi aku juga menulis dengan tangisan. Karena kamu. Karena memory ku tentang kamu semakin terukir jelas dan nyata. Karena ketika aku menyadari benar benar aku sayang banget sama kamu, ternyata sudah terlambat. Karena aku sudah kehilangan mu.

Disaat aku menyadari betul cuma kamu lah yang ada dihati aku, disaat itu pula lah kamu sudah berlari pergi meninggalkan aku.

Lagu D’massiv masih mengiringiku untuk menulis ini. Disaat aku memandang senyum mu dalam memory ku, disaat tawa mu masih tergiang jelas ditelinga ku.

Argh sudah lah. Ini sudah malam. Akan semakin larut karena waktu tidak akan berhenti. Inilah takdir kita. Kelak bila kita memang berjodoh, mungkin kita akan bersama lagi. Dan sudah tidak ada kata kata lagi yang mampu aku ungkapkan.

Mungkin hanya tiga kata yang tidak pernah aku ucapkan ke kamu.

Aku sayang kamu.



Bagikan:

3 komentar