Liburan asoy geboy

Liburan kali ini diisi dengan liburan bersama yayank. Setelah pertengkaran hebat kemarin, akhirnya kami memutuskan untuk liburan bersama. Untuk mendinginkan suasana hati kami. Sengaja kami memilih kedaerah pantai, soalnya kami berdua sama sama suka pantai. Kalo naik gunung ga bisa santai bo..huhehehhehe….


Bandar Lampung. Kota yang berada di pesisir pantai ini menjadi tujuan jalan jalan kali ini. Bandar Lampung memang kota industry. Banyak sekali pabrik2 besar terdapat disini. Namun itu tidak mengurangi keindahan pariwisata kota Bandar Lampung. Singkat cerita, akhirnya kami sampai dikota itu malam hari.

Perjalanan menuju Bandar Lampung ditempuh 8 jam melalui jalur darat. Dan 1 jam melalui jalur udara. Namun kami sengaja melewati jalur darat yaitu naik bus antar kota karena akan lebih banyak pengalaman yang diterima ketimbang naik pesawat, duduk manis sampe deh..

Kami menginap di jalan Raden Intan. Salah satu jalan di kota Bandar Lampung yang lumayan ramai. Banyak nya penginapan sempat membuat kami bingung mau bermalam dimana. Akhirnya kami memilih hotel bintang 2 yang lumayan bagus laah..Selain Raden Intan, ada lagi jalan yang lumayan ramai. Yaitu jln Kartini, dan Jln Yos Sudarso. Sebelumnya kami diberitahu oleh salah satu teman yang tinggal di Lampung, Kalau mau menginap sebaiknya menginap di jln Raden Intan. Karena jalan itu ramai dan banyak angkutan umum yang lewat.

Paginya kami sudah bersiap siap. Kemana lagi selain kepantai? Pantai yang kami tuju adalah pantai Pasir Putih. Yang letaknya berdekatan dengan Pulau pasir. Kami menuju kesana naik taksi (lagi manja ga mau naik angkot). Setelah sampai, ternyata pantai pasir putih itu bener2 pasirnya putih semua. Ditambah lagi ada beberapa pulau kecil yang menarik untuk dikunjungi.



Pulau Condong Sulah namanya. Pulau kecil tak berpenduduk itu berdekatan dengan pulau Condong Timur dan Pulau Condong Barat. Hanya sayangnya kedua pulau itu tidak boleh dikunjungi oleh umum, dikarenakan pulau itu milik pribadi. Katanya sih miliknya salah satu pengusaha berinisial TW. Guess who?







Untuk menyeberang ke pulau Condong Sulah diperlukan menyewa perahu motor. Kalau mau beramai ramai dengan orang lain tarifnya hanya 10ribu rupiah saja sekali berangkat, tapi ya lama nunggunya. Tapi kalau mau charter satu perahu tarifnya sebesar 180ribu PP.

lagi mejeng di pulau condong sulah

Dan kami memutuskan untuk mencharter saja. Karena saat itu pengunjung sedang sepi. Daripada menunggu lama akhirnya kami pun berangkat menuju pulau itu. Perjalanan nya kira2 memakan waktu 30 menit saja. Ditengah tengah laut perahu pun berhenti. Ternyata inilah salah satu keindahan Lampung. Taman Laut. Ya, taman laut. Saking indahnya saya menyesal dalam hati karena hanya bisa menyaksikan dari atas saja.




Karena saya tidak membawa peralatan snorkeling akhirnya saya hanya bisa menatap keindahan laut itu dari atas. Airnya yang begitu jernih, keragaman terumbu karang, ikan ikan kecil berwarna warni, bulu babi, bintang laut yang ikut menghiasi dasar laut yang tidak dalam itu.


Pasangan saya pun berdecak kagum. Namun saya tidak bisa lama disitu. Maklum si pemilik pulau yang tidak jauh dari taman laut itu sedang mengadakan pesta besar besaran. Jadinya pengunjung hanya diberi waktu sebentar saja untuk menikmati keindahan taman laut itu. Kesal juga sih dalam hati. Tapi ya mau bagaimana lagi, pulau ini sudah bukan milik pemerintah. Kita tidak bisa menikmatinya lagi.

Akhirnya kami pun tiba dipulau Condong Sulah. Wow..baru menjejakkan kaki kepasir saja saya sudah merinding. Bukan karena apa apa, tapi karena keindahan nya sudah bisa dinikmati walau baru tiba. Menelusuri pasir putih yang terhampar luas, sembari memandang kejernihan laut yang menampakkan isinya membuat saya semakin terdiam. Saya merasa kecil sekali dihadapan alam. Apalagi yang menciptakannya, Subhanallah..

bagi yang suka rock climbing..silahkan climbing nih tebing..huehehhe..

Saya melihat batu batu menjulang tinggi ditengah pulau itu. Bagi rock climbers mungkin akan segera tertantang untuk mendakinya. Dan kami pun berusaha mengitari pulau itu melalui track pantai. Batu batu terjal, karang yang curam, dan dahan pohon yang jatuh kelaut membuat kami semakin semangat mengitari pulau itu. Keindahan batu batu yang terbentuk oleh alam, membuat kami sempat terpana beberapa waktu. Beristirahat sebentar dibawah terowongan batu yang menciptakan goa mungil disalah satu bibir pantai.


Amazing. Akhirnya kami berhasil mengitari pulau itu selama kurang lebih 1 jam. Beristirahat sembari menggelar tikar di hamparan pasir putih dan menikmati minuman dingin membuat kami seakan bertambah akrab. Lagu Steven n Coconut Trees yang dia putar dari Ipod nya ikut mengemas kenangan yang tak mungkin terlupakan ini.
.



Menikmati laut tidak akan lengkap tanpa sunset, setelah tiba kembali di pantai Pasir Putih kami melanjutkan kembali acara santai kami. Sambil menatap sunset kami bercerita tentang khayalan khayalan kami. Sangat menyenangkan..

Malamnya acara pun berlanjut ke salah satu jalan yang ramai juga, yaitu jalan Malayahati. Dimana banyak terdapat restoran seafood seperti di gunung sahari Jakarta. Kami memesan menu kesukaan kami. Kepiting Saus Padang. Kepiting jumbo yang kami pesan sekaligus 2 porsi terasa kurang walau perut sudah sesak kekenyangan. Lezatnya racikan bumbu membuat kami ketagihan. Mantaab..




Bersambung dulu ah..

Bagikan:

0 komentar