If that memory always in my mind

If memory always in my mind..
--
Tawa itu, perlahan sirna. Terenggut oleh dinding pemisah bernama kematian. Yang hanyalah sebuah proses perjalanan manusia kembali menuju penciptanya. Aku, mama dan kakak ku yang nomor tiga, berdiri disini. Sementara puluhan meter didepan ku berdiri kakak iparku, dan anak semata wayang mereka. Zidane, menangis..berontak.Ingin menggapai kami bertiga. Abang ku, dari bawah menangis, menangis, terisak penuh kesakitan. Hatiku, sangat menrasakan pedihnya. Ketika dia melihat keluarga yang kini terpecah.
Arrrgh..ku terbangun. Peluh membasahi tubuhku. Deru nafas tak menentu. Sesak didada, kuusap mata yang basah oleh air mata. Aku terkejut. Ini hanya mimpi. Lalu mama datang menghampiri kekamar ku, melihatku seperti mendapat mimpi buruk, teramat buruk dibanding mimpi buruk apapun yang pernah kumimpikan. Dini hari itu, aku menangis. Masih terasa pedih abang ku didalam mimpi itu.
Siangnya, aku, mamaku, dan kakak ku yang nomor tiga beserta suami dan anak2nya pergi ke makam. Kami ziarah ke makam papaku dan abang ku. Aku menangis lagi. Masih terasa sakit yang kurasakan dalam mimpi itu. Ya Allah kenapa menjadi begini? kenapa dengan kepergian nya keluarga kami jadi pecah? Ya Allah cobaan apalagi yang harus kami hadapi? bahkan dengan Zidane, anak abang ku satu2nya, kami tidak bisa menemuinya. Ya Allah..what can i do..
---
Siang ini dikantor, menepi di kubikel ku. Masih teringat mimpi kemarin malam. Tiba2 handphone ku berdering, teman lama, tepatnya dulu pernah menjadi sahabat yang selalu setia. Mengajak menyatukan band kami lagi yang terpecah sekian tahun lamanya. Aku langsung mengiyakan. Aku butuh refreshing. Aku ingin menghibur diri untuk sejenak. Dengan kembali mengingat kenangan2 lama yang selalu membuat ku tersenyum.
Disela sela menulis postingan ini, mantan menghubungi lewat YM..Agrh..malas..

Bagikan:

0 komentar